Pecahkan Rekor Sejarah, Bitcoin Kini Dihargai USD 9.682,10

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bitcoin. REUTERS

    Ilustrasi Bitcoin. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai bitcoin terus melonjak. Dilansir dari CNBC, hari ini, 27 November 2017, bitcoin berhasil memecahkan rekor tertingginya yang sebelumnya diraih pada Thanksgiving Weekend di Amerika Serikat.

    Nilai mata uang digital itu naik ke level tertinggi sepanjang sejarah pada level US$ 9.682,10 beberapa jam setelah memecahkan rekor di angka US$ 9.400 pada hari minggu. "Pergerakan itu tampaknya didorong oleh retail," kata Brian Kelly, kontributor CNBC dan CEO BKCM, yang menjalankan strategi aset digital.

    Simak: Inilah Kumpulan Startup BitCoin di Indonesia

    Tempat penukaran bitcoin terbesar di AS, Coinbase, menambahkan sekitar 100.000 akun pada kisaran hari Rabu sampai Jumat - pada kisaran hari libur Thanksgiving yang jatuh pada hari kamis - menjadi total 13,1 juta akun. Angka tersebut sesuai dengan data publik yang tersedia di situs Coinbase dan catatan sejarah yang dikumpulkan oleh Alistair Milne, , co-founder dan chief investment officer Altana Digital Currency Fund. Berdasarkan data bulan November, jumlah pengguna Coinbase tercatat hanya 4,9 juta.

    Kenaikan pamor bitcoin juga mucul setelah pengumuman CME mengenai rencananya mengumumkan pencantuman masa depan bitcoin di pekan kedua bulan Desember. Peluncuran produk derivatif untuk mata uang digital bakal menandai langkah baru menjadikan bitcoin sebagai aset yang legal.

    Namun, dengan kenaikan mata uang digital sebesar 870 persen year-to-date itu, banyak yang menilai masih ada potensi jebakan dari hal tersebut. Mereka melihat adanya gelembung harga dari fenomena itu.

    Oktober lalu, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan bahwa mereka yang cukup bodoh membeli bitcoin bakal dapat ganjarannya. Selanjutnya, dia menyatakan bahwa ia sendiri tidak paham dengan nilai mata uang yang tidak didukung pemerintah. "Satu-satunya nilai bitcoin adalah apa yang akan orang lain bayar untuk hal tersebut."

    Meski demikian, masih banyak orang yang menawarkan penilaian moderat perihal bitcoin dan perkembangannya. Kepala Perusahaan Investasi Mubadala Abu Dhabi Khaldoon Al Mubarak mengatakan mata uang digital mesti disikapi dengan pemikiran terbuka.

    Baru-baru ini, sebuah jajak pendapat di kalangan pejabat keuangan di Global CFO Council CNBC menunjukkan 27,9 persen dari 43 responden menyatakan bahwa bitcoin nyata, namun berada dalam gelembung. Sementara itu, sebanyak 27,9 persen berpikir mata uang digital adalah kecurangan. hanya sebanyak 14 persen responden yang mengatakan bitcoin nyata dan bakal terus menanjak.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.