Menko Perekonomian: Bunga KUR Tahun Depan Rata 7 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan pidato kunci terkait dinamika ekonomi digital di acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta , 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan pidato kunci terkait dinamika ekonomi digital di acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta , 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Medan - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjanjikan per 1 Januari 2018, semua kredit usaha rakyat (KUR) perbankan akan dipukul rata menjadi 7 persen dari sebelumnya 9 persen. Hal ini, kata dia, merupakan usaha pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapatkan kredit perbankan.

    Selain itu, Darmin menjanjikan KUR untuk peremajaan tanaman kelapa sawit sebesar Rp 25 juta per hektare untuk para petani kelapa sawit.

    "Tapi nanti disalurkannya secara bertahap, berdasarkan kebutuhan petani agar bunganya tidak berat," ujarnya saat memberikan sambutan di acara peluncuran KUR Peremajaan Sawit Rakyat di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin, 27 November 2017.

    Namun, kata dia, dalam proses pengajuan KUR tersebut, diperlukan sertifikat tanah. Jadi, Darmin menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menggalakkan pemberian sertifikat tanah untuk tanah yang belum terdaftar.

    "Saat ini sertifikasi tanah dilakukan secara klaster berdasarkan koperasi. Hal ini agar standar operasionalnya sama di setiap tempat," ucap Darmin.

    Baca: Seller Lazada Kini Bisa Ajukan Fasilitas Kredit ke BCA 

    Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso, yang juga hadir di lokasi, menyebut pihaknya akan menyalurkan KUR dengan bunga 7 persen ke 12 kabupaten di wilayah Provinsi Sumatera Utara dengan total luas lahan 9.109,29 hektare.

    Hari menjelaskan, pembiayaan peremajaan kebun kelapa sawit, yang difasilitasi Bank BRI, merupakan pelengkap kekurangan biaya peremajaan dana hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, yang hanya sebesar Rp 25 juta per hektare.

    "Rata-rata petani butuh Rp 50 juta per hektare untuk peremajaan tanaman kelapa sawit, jadi ini bisa untuk menutupi sisanya," tuturnya.

    Hari mengklaim hingga saat ini sudah ada 42 orang petani anggota Gapoktan Amanah di wilayah Serdang Bedagai dan 79 orang petani anggota Gapoktan Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera (AJMS) di wilayah Labuhan Batu Selatan telah mendapatkan dukungan dana PSR dari BPDP Kelapa Sawit dan pembiayaan peremajaan dari Bank BRI. Luas lahan mereka masing-masing 53,55 hektare dan 157,136 hektare.

    Adapun ke-12 kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang menjadi sasaran program KUR Peremajaan Sawit Rakyat adalah Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah, dengan potensi luas lahan sebesar 9.109,29 hektare.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.