Gubernur Aher: Indramayu Harapan Pangan Jawa Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebut Kabupaten Indramayu yang memiliki hamparan lahan baku seluas 114.000 hektare, sebagai harapan Jawa Barat terkait masalah pertanian  dan pangan. (Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat)

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebut Kabupaten Indramayu yang memiliki hamparan lahan baku seluas 114.000 hektare, sebagai harapan Jawa Barat terkait masalah pertanian dan pangan. (Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat)

    INFO JABAR -Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebut Kabupaten Indramayu yang memiliki hamparan lahan baku seluas 114.000 hektare, sebagai harapan Jawa Barat terkait masalah pertanian  dan pangan.

    “Dulu hamparan lahan baku terluas ada di Karawang,  tapi sekarang tidak lagi. Saat ini Kabupaten Indramayu yang paling luas di Jawa Barat,” kata Aher, panggilan akrab gubernur, saat menghadiri syukur panen yang dihelat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 23 November 2017.

    Pada  perayaan syukur panen yang melibatkan lebih dari 3000 orang petani, ini Ahmad Heryawan hadir bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Bagi Aher, kegiatan syukur panen kali ini menjadi sangat penting  karena petani  Indramayu sebelumnya gagal panen karena terkena serangan hama dan kekeringan.

    “Meski banyak kendala di lapangan, namun tetap bisa panen dengan baik. Inilah (syukur panen) sebagai bentuk syukur atas keberhasilan petani Jawa Barat," Katanya.

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memuji Gubernur Aher yang mampu mendorong wilayahnya menjadi lumbung  pangan nasional. Terlebih, Jawa Barat selalu menjadi motor Indonesia dalam hal produksi pertanian. "Contohnya, untuk yang pertama kali ekspor beras organik adalah Jawa Barat, sebagai pengekspor pertama ke Belgia," katanya.

    Menurut Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko, di Kecamatan Sukra, Indramayu, saat ini ada kurang lebih 3.000-4.000 hektare padi yang dipanen. HKTI, kata dia, mendorong petani Indramayu memanfaatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktifitas.

    Moeldoko juga mengimbau para petani agar tidak memakai pupuk berlebihan. “Karena tanah yang baik dan murnilah yang akan menghasilkan pangan yang baik juga,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.