30 BPR di Jawa Barat Dilikuidasi, Ini Kata Aher

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampai akhir Sepember 2017, terdapat 30 Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  di Jawa Barat yang dilikuidasi oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). (Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat)

    Sampai akhir Sepember 2017, terdapat 30 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Barat yang dilikuidasi oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). (Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat)

    INFO JABAR – Sampai akhir September 2017, terdapat 30 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Barat yang dilikuidasi oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), tiga diantaranya sedang dalam proses.

    Data ini terungkap dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah beserta jajarannya, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Jumat, 24 November 2017.

    Menurut  Halim Alamsyah, secara nasional  sampai dengan 30 September 2017, sebanyak 82 bank  dilikuidasi terdiri dari satu bank umum, 76 BPR, dan 5 BPRS. Dari 82 bank tersebut diantaranya 30 BPR di Jawa Barat. "Maka dari itu kita melaporkan kepada pak gubernur terkait hal ini," ujar Halim. 

    BPR yang  tahun ini dilikuidasi di Jawa Barat  beada di  Bogor (2 bank), Sukabumi (1 bank), Cianjur (1 bank), Garut (1 Bank), Bandung (8 Bank), Depok (2 Bank), Cirebon (1 bank), Cimahi (2 Bank), Subang (3 Bank), Bekasi (6 Bank).

    Menanggapi  hal tersebut, Aher, sapaan akrab gubernur, mengatakan banyak BPR yang kurang menerapkan prinsip kehati-hatian. Misalnya, pemberian kredit secara jor-joran tanpa mempertimbangkan kualitas calon debitur.

    "Banyak pengusaha bank berbisnis hanya memikirkan untung. Padahal harus ada budaya perbankan yang baik," kata Aher. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.