Tarif 9 Jalan Tol Naik Akhir 2017, Termasuk Tol Cawang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas di jalan tol dalam kota akibat proyek pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) tahap pekerjaan bentang panjang atau longspan, di ruas jalan Cawang - M.T. Haryono, Jakarta, 22 Mei 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas di jalan tol dalam kota akibat proyek pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) tahap pekerjaan bentang panjang atau longspan, di ruas jalan Cawang - M.T. Haryono, Jakarta, 22 Mei 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, akan ada kenaikan tarif di sembilan jalan tol menjelang akhir 2017. Hal itu menyusul pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) yang menjadi syarat pengajuan penyesuaian tarif tol.

    Sembilan ruas yang tengah dipertimbangkan kenaikan tarifnya, adalah jalan tol Semarang ABC, Palimanan-Plumbon-Kanci, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Surabaya-Gempol, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Cawang-Tanjung Priok-Ancol-Pluit, Serpong-Pondok Aren, Ujung Pandang Tahap I dan II, serta Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

    Baca juga: Jasa Marga Minta Tarif Tujuh Jalan Tol Naik Bulan Ini

    "Sembilan ruas itu sudah memenuhi SPM," kata Herry di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

    Menurut Herry, ketetapan mengenai tarif baru harus menunggu keputusan Menteri PUPR. Namun, dia memastikan tarif baru akan diketahui paling lambat pada Desember 2017, mengingat evaluasi SPM yang telah rampung.

    "Artinya evaluasi sudah selesai, tinggal proses administrasi saja untuk penyesuaiannya," kata dia.

    Sembilan ruas tersebut merupakan bagian dari 13 ruas tol yang mengalami kenaikan tarif pada 2017. Tarif empat ruas di antaranya sudah disesuaikan lebih dulu, yaitu ruas tol Tangerang-Merak, Cikampek-Palimanan, Makassar Seksi IV, dan Gempol-Pandaan.

    Herry menyebutkan adan enam ruas tol yang tidak mendapat rekomendasi kenaikan tarif lantaran belum memenuhi SPM. Enam ruas yang dimaksud, adalah Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Jakarta Outer Ring Road (JORR) Non S (E1, E2, E3, W2S), Pondok Aren-Ulujami, JORR W2 Utara, serta JORR S.

    Dalam mengevaluasi SPM, BPJT mengacu pada delapan indikator, seperti kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, serta aksesibilitas yang terkait dengan pengaturan transaksi di pintu tol.

    BPJT pun memperhatikan mobilitas, pemenuhan keselamatan, akses untuk unit pertolongan dan bantuan, perhatian pada lingkungan, hingga tempat istirahat. "Soal tempat istirahat ini juga jadi fokus, agar memperbaiki tampilan dan memenuhi ketentuan SPM, terutama soal toilet," ujar Herry tentang kenaikan tarif jalan tol .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.