Akhir 2017, Vivo Luncurkan Produk LPG Bermerek Nusagaz

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communications PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) Maldi Al-Jufrie mengatakan perseroan bersama dengan PT Sierra Nusa Gas akan meluncurkan produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan merek Nusagaz. Maldi mengatakan Vivo akan meluncurkan produk tersebut pada akhir 2017.

    Menurut Maldi masih ada izin yang masih harus diproses oleh Vivo agar LPG Nusagaz dapat diluncurkan. Ia mengatakan, setelah diluncurkan nanti, Nusagaz akan dijual pada triwulan satu yakni di bulan Maret 2018.

    “Sebelum akhir tahun bisa jadi November atau Desember kita luncurkan,” kata Maldi di Hotel JS Luwansa, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat 24 November 2017.

    Simak: Pertamina Merasa Tak Tersaingi dengan Kehadiran SPBU Vivo

    Maldi menjelaskan nantinya LPG Nusagaz akan dijual dengan empat pilihan ukuran tabung berwarna jingga yakni 4,5 kilogram, 8 kilogram, 15 kilogram, dan 60 kilogram. Ia menegaskan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) telah melakukan uji coba terhadap produk LPG Nusagaz.

    Tabung LPG Nusagaz 4,5 kilogram akan dijual dengan harga Rp 25.500, sedangkan 8 kilogram akan dijual dengan harga Rp 56.000. Untuk tabung 15 kilogram akan dijual dengan harga Rp 110.000, serta untuk 60 kilogram akan dijual dengan harga Rp 460.000.

    “Kita berkonsentrasi di tabung 4,5 kilogram dahulu untuk masyarakat bawah. Jadi tukang-tukang mie goreng itu bisa pakai nanti,” kata dia.

    Maldi mengatakan ekspansi LPG Nusagaz lebih lama dibandingkan dengan SPBU karena terkait dengan produksi tabung. Menurutnya kapasitas pabrik LPG Nusagaz lebih terbatas dibandingkan dengan SPBU Vivo.

    Maldi mengatakan LPG Nusagaz komposisinya akan berbeda dengan produk LPG lain yang dijual di pasaran. Ia mengatakan komposisi propana LPG Nusagaz adalah 80 sedangkan 20 persen butana.

    “Tadinya kami mau 90 persen propana. Tetapi ternyata kami tidak bisa menyesuaikan tekanannya,” ujarnya.

    Nusagaz akan mulai dijual di wilayah Jawa Timur. Maldi mengatakan Jawa Timur dipilih untuk efisiensi karena dekat dengan penyimpanan gasnya yakni di Gresik dan Indramayu. Nantinya kandungan gas LPG Nusagaz akan diambil dari Vitol LPG Plant.

    LPG Nusagaz nantinya akan dijual di toko-toko tradisional dan modern seperti warung dan minimarket. Maldi mengatakan, Vivo akan berusaha agar harga LPG Nusagaz tidak berubah hingga sampai ke tangan masyarakat. Ia mengancam akan menarik produk LPG Nusagaz dari agen apabila di antara mereka ada yang menaikkan harga sembarangan.

    ALFAN HILMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).