Jawa Tengah Gaet Investasi Rp 3 Triliun di Hari Pertama CJIBF

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti kegiatan Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2013 saat melintas di Komplek Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti oleh 315 peserta dari 17 negara tersebut selain bertujuan untuk memasyarakatkan jalan kaki sebagai sarana rekreasi dan olahraga sederhana yang bermanfaat untuk semua kalangan, juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang memiliki hobi olahraga jalan kaki. (ANTARA FOTO/Noveradika)

    Peserta mengikuti kegiatan Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2013 saat melintas di Komplek Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti oleh 315 peserta dari 17 negara tersebut selain bertujuan untuk memasyarakatkan jalan kaki sebagai sarana rekreasi dan olahraga sederhana yang bermanfaat untuk semua kalangan, juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang memiliki hobi olahraga jalan kaki. (ANTARA FOTO/Noveradika)

    TEMPO.CO, Surakarta -  Jawa Tengah berhasil menggaet investasi Rp 3,03 triliun di hari pertama Central Jawa Investment Business Forum di Surakarta, Kamis 23 November 2017. Investor yang berminat untuk menanamkan modalnya diharapkan bisa bertambah hingga penutupan acara pada Sabtu, 25 November 2017.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyatakan ada tujuh investor yang tertarik menanamkan modalnya hingga Rp 1,03 triliun. "Mereka berasal dari berbagai sektor, seperti properti, garmen, pariwisata hingga perdagangan," katanya.

    Baca juga: Pemerintah Daerah Bergiliran Belajar Investasi dari Kanada

    Selain itu, terdapat dua perusahaan swasta yang menandatangani Letter of Intent untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata, yaitu obyek wisata Penggaron-Jateng Park. Nilai investasi untuk tempat wisata tersebut diestimasi mencapai Rp 2 triliun.

    Thomas menyebut bahwa Jawa Tengah merupakan incaran bagi investor, terutama yang bergerak di bidang pariwisata dan industri padat karya. "Pariwisata akan berkembang terutama setelah proyek Bandara Semarang dan Kulonprogo selesai," katanya.

    Sedangkan industri padat karya banyak yang melirik Jawa Tengah lantaran upah minimum yang cukup bersaing. Selain itu, kultur kerja di provinsi itu juga dianggap sangat kondusif. "Kulturnya bahkan terbaik di Indonesia," katanya.

    Dia menyebut selama ini relasi antara buruh dengan perusahaan cukup harmonis. "Ini yang sebenarnya sangat dicari oleh para investor," katanya. Permasalahan yang terjadi selalu bisa diatasi dengan solusi yang baik bagi kedua pihak.

    Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono menyebut bahwa pada tahun 2017 ini target investasi baru di Jawa Tengah mencapai Rp 41,7 triliun. Nilai investasi itu meningkat 51,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 27,55 persen.

    "Realisasi investasi baru hingga November ini sudah mencapai Rp 38 triliun," katanya. Dia yakin, target yang ditetapkan akan tercapai, terutama melalui ajang CJIBF pada tahun ini.

    "Investasi yang kami tawarkan pada CJIBF ini mencapai Rp 20 triliun," kata Puryono. Dia berharap separuh dari investasi itu bisa ditangkap oleh para investor. "Janji kami untuk memberi kemudahan kepada investor bukan sekadar slogan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.