Kopi Indonesia Diminati di Slovakia, Ekspor Masih Kecil

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung stand Indonesia di Kava, Caj Cokolada Festival 2017, Bratislava, Slovakia, 19 November 2017. (KBRI Bratislava)

    Pengunjung stand Indonesia di Kava, Caj Cokolada Festival 2017, Bratislava, Slovakia, 19 November 2017. (KBRI Bratislava)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Slovakia selama dua hari mempromosikan kopi, teh, dan cokelat pada salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Bratislava, Bory Mall pada event Kava, Caj Cokolada Festival 2017, 18-19 November 2017.

    Kurang lebih seribu orang mengunjungi stand Indonesia dan harus mengantre untuk mencicipi kopi, teh, dan cokelat yang disajikan.

    Baca juga: Pemerintah Targetkan Produksi Kopi Indonesia Nomor Dua di Dunia

    Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 55 eksibitor yang merupakan para produsen, wholeseler, distributor, retailer, termasuk para barista, baik yang berasal dari Slowakia maupun dari negara sekitar, demiikian siaran pers KBRI, Rabu, 22 November 2017.

    Berbagai respons positif didapatkan dari pengunjung yang mengunjungi stan Indonesia.

    Salah seorang pengunjung yang juga seorang pengusaha sekaligus pecinta kopi menyatakan bahwa ia telah mencicipi seluruh kopi yang disajikan oleh para eksibitor yang hadir, namun hanya kopi Indonesia yang memiliki citra rasa yang unik.

    Pada umumnya eksibitor menyajikan kopi asal negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Sementara Indonesia menyajikan kopi berjenis Arabika dari Jawa dan Sumatera, serta Flores.

    Untuk produk kopi, teh, dan cokelat yang disajikan, KBRI menggandeng Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Budapest, Takara (Indonesia), Tanamera (Slowakia), dan PT Altair Catra Global (Indonesia).

    Selain itu, juga berpartisipasi perusahaan Slowakia bernama Petimerah sebagai satu-satunya perusahaan Slowakia yang menjual kopi Indonesia pada festival tersebut.

    Selain kopi, teh, dan cokelat, juga dipromosikan produk gula kelapa Indonesia oleh perusahaan Chute Indonezie SK yang berbasis di Slowakia.

    Produk gula kelapa ini juga mendapat respons yang positif karena rasa manis gula kelapa memiliki sensasi yang berbeda ketika ditambahkan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan kayu manis.

    Perusahaan ini telah menjadi pemasok gula kelapa asal Indonesia untuk pasar Eropa Barat dan Tengah, termasuk Slowakia.

    Dubes RI untuk Slowakia Adiyatwidi Adiwoso Asmady menyatakan bahwa Kava, Caj, Cokolada Festival 2017 merupakan salah satu cara KBRI untuk mempromosikan dan memperluas pasar kopi, teh, dan cokelat di Slowakia dan negara-negara sekitar.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa di pasar Slowakia, berbagai jenis kopi Indonesia telah masuk di outlet-outlet ataupun coffee shop ternama di Slowakia.

    Namun demikian, brand kopi dari negara-negara kawasan Amerika Latin dan Afrika juga sangat tinggi di pasar Slowakia. Hal ini terlihat dari seluruh eksibitor yang hanya menjual kopi-kopi asal Amerika Latin dan Afrika.

    Menurutnya, upaya-upaya promosi semacam ini dengan menggandeng berbagai pihak sangat diperlukan untuk menguatkan citra kopi atau pun produk Indonesia lainnya.

    Selain itu, diharapkan akan semakin meningkatkan hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Slowakia.

    Hal yang sama ditekankan Kepala ITPC Budapest Hikmat Rijadi yang menyatakan berdasarkan data statistik portal ITC Trade Map disebutkan bahwa nilai impor kopi Slowakia tahun 2016 dari Jerman dan dunia relatif tinggi untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur, yaitu masing-masing sebesar 64 juta dolar AS dan 212 juta dolar AS.

    Sementara, impor dari Indonesia tahun 2016 sebesar 183 ribu dolar AS. Adapun konsumsi per kapita di tahun 2017 sebesar 4,1kg/tahun.

    Dengan demikian, potensi pasar masih terbuka luas dan citra produk Indonesia khususnya kopi diharapkan dapat bersaing dengan negara-negara lain.

    Beberapa catatan lain selama dua hari pameran antara lain pengunjung atau pun pengusaha yang hadir menyatakan bahwa tidak semua produk Indonesia yang dipamerkan sudah dijual di pasar Slowakia dan masih sulit proses pengiriman produk Indonesia ke Slowakia secara langsung.

    Hal itu diakui oleh Herlina Suhairy, Komisaris PT Altair Catra Global, salah satu usahanya adalah memberikan layanan kepada kalangan UKM untuk memperluas jaringan usahanya ke tingkat global.

    Ia melihat bahwa pasar Slowakia masih terbuka luas bagi produk-produk Indonesia.

    Pihaknya akan membantu mendorong kalangan pengusaha di Indonesia dapat melakukan ekspansi pasar ke Slowakia.

    Pihaknya juga akan menjajaki kerja sama dengan salah satu eksibitor kopi asal Slowakia dengan Indonesia.

    Mr Marian Harsany, organizer dari event festival ini secara khusus mengundang KBRI Bratislava untuk berpartisipasi karena Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi, dan kopi Indonesia berbeda serta memiliki banyak keragaman dibanding negara-negara lain.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.