Tinjau Stadion Gelora Bung Karno, Sri Mulyani: Saya Deg-degan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee Erick Thohir meninjau Stadium GBK, Jakarta, 23 November 2017. Tempo/Vindry Florentin

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee Erick Thohir meninjau Stadium GBK, Jakarta, 23 November 2017. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambangi kawasan olahraga Gelora Bung Karno (GBK) tadi pagi. Dia berkeliling ke beberapa lokasi olahraga yang akan digunakan untuk Asian Games tahun depan.

    Sri Mulyani mengaku diundang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melihat progres proyek pembangunan dan renovasi sejumlah infrastruktur penunjang pesta olahraga se-Asia itu. Ia datang bersama Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee Erick Thohir.

    Baca: 3 Menteri Pagi Ini Menjajal Stadion GBK, Apa yang Dibahas?

    Kedatangan Sri Mulyani juga untuk memenuhi rasa penasarannya. "Beberapa kali saya lewat, saya melihat, kok, sudah banyak selesai. Jadi saya deg-degan. Untuk membuktikan, saya lihat di sini," katanya di Stadion GBK, Jakarta, Kamis, 23 November 2017. 

    Sri Mulyani pun ingin memastikan penyaluran anggaran untuk sarana dan prasarana Asian Games. Total anggaran untuk pembangunan kawasan GBK Rp 2,8 triliun, yang dilakukan melalui mekanisme pendanaan tahun jamak (multiyears) pada tahun anggaran 2016 dan 2017.

    Lokasi pertama yang disambanginya adalah stadion utama. Sri Mulyani sempat mencoba menendang bola di atas lapangan hijau. Menurut dia, rumput di sana begitu bagus. "Ini beda banget. Tebal banget," ujarnya. 

    Sri Mulyani kemudian bergerak ke lokasi olahraga akuatik. Dia disopiri Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menggunakan mobil golf. Di sana, dia terkesima dengan rancangan arsitekturnya dan merasa bangga karena bangunannya merupakan kombinasi antara yang baru dan lama. "Ini semi terbuka. Atasnya tertutup, tapi udaranya natural," ucapnya.

    Baca juga: Tinjau Istora Senayan, Sri Mulyani: Sesuai Kids Zaman Now

    Lokasi terakhir yang dia kunjungi adalah tempat pertandingan bulu tangkis dan basket. Di sana, Sri Mulyani mengenang masa mudanya. "Ini gedung yang klasik kalau untuk saya secara pribadi, punya memori yang sangat banyak," tuturnya. Dia mengatakan bangunan tersebut dirancang dengan menggambarkan nilai sejarah sekaligus menyesuaikan dengan anak muda yang disebut Sri Mulyani sebagai kids jaman now.

    Sri Mulyani berharap pembangunan sarana dan prasarana Asian Games ini bisa selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik. Aset ini nantinya tak berhenti untuk perhelatan pesta olahraga saja, tapi juga bagi kepentingan publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.