Proyek Kawasan Terpadu Lebak Bulus Rp 3 Triliun Dibangun 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Stasiun MRT Lebak Bulus. Dok: PT MRT Jakarta

    Ilustrasi Stasiun MRT Lebak Bulus. Dok: PT MRT Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan kawasan terpadu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan seluas 1,8 hektare dengan total nilai proyek Rp 3 triliun akan mulai dibangun pada pertengahan 2018. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Yoori C Pinontoan menargetkan proyek itu akan rampung pada tiga tahun mendatang.

    "Sebanyak 780 unit hunian akan dipasarkan pada saat pembangunan dimulai," ujar Yoori di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu 22 November 2017. Pernyataan Yoori disampaikan usai penandatanganan kerja sama pembangunan kawasan terpadu di Lebak Bulus dengan PT Totalindo Persada Tbk. 

    Baca: Mengintip Perkembangan Pembangunan Depo MRT Lebak Bulus

    Yoori menjelaskan ratusan unit hunian itu adalah hunian tipe 36 dan diperuntukkan bagi keluarga kelas menengah. Soal harga, menurut dia, masih belum ditetapkan karena menunggu pertimbangan dari pemangku kepentingan. "Yang pasti kita pikirkan supaya ini bisa betul-betul diserap masyarakat berpenghasilan rendah."

    Direktur Utama Totalindo Persada, Donald Sihombing, mengatakan, kerja sama ini adalah pertama kali dilakukan perseroan dengan Badan Usaha Milik Daerah. Porsi Totalindo dalam kerja sama ini adalah sebesar 49 persen dan sisanya 51 persen dipegang oleh PD Pembangunan Sarana Jaya. 

    Donald optimistis kawasan terpadu di samping terminal Lebak Bulus yang dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) ini bakal laris manis karena paling banyak dicari masyarakat. Masyarakat, kata Donald, mencari kawasan hunian yang dekat dengan perkantoran dan lokasi berbelanja. "Orang kan tidak mungkin lagi terbuang waktunya di kemacetan karena ada office, apartemen dan retail di situ." 

    Selain proyek kawasan terpadu di Lebak Bulus, Yoori mengatakan, PD Pembangunan Sarana Jaya akan mengerjakan gedung perkantoran di daerah Tebet, Jakarta Selatan seluas 1.200 meter persegi. Nantinya gedung perkantoran tersebut terdiri dari enam lantai. Tiga lantai diperuntukkan bagi gedung perkantoran konvensional, satu co-working space, dan dua lantai untuk pertokoan.

    Pada 2018 juga, PD Pembangunan Sarana akan membangun apartemen sewa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Investasi dari proyek tersebut adalah Rp 35 miliar dan terdiri dari 77 kamar. "Januari atau Februari ke depan akan kita mulai bangun," kata Yoori.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.