Tempo Media Week 2017 Digelar dengan Format Festival

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Wahyu Dhyatmika, Pimred Tempo.co, Isti MC, Budi Setyarso, Pimred Koran Tempo, Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute serta Ketua Panitia Tempo Media Week, Arif Zulkifli Pimred Majalah Tempo, dan Naufal Abshar, pelukis muda berbakat saat acara Temu Media Tempo Media Week 2017 di gedung Kantor Tempo, Jakarta, 22 November 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    (ki-ka) Wahyu Dhyatmika, Pimred Tempo.co, Isti MC, Budi Setyarso, Pimred Koran Tempo, Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute serta Ketua Panitia Tempo Media Week, Arif Zulkifli Pimred Majalah Tempo, dan Naufal Abshar, pelukis muda berbakat saat acara Temu Media Tempo Media Week 2017 di gedung Kantor Tempo, Jakarta, 22 November 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo Media Group kembali menggelar Tempo Media Week 2017. Menurut Ketua Panitia Tempo Media Week 2017 sekaligus Direktur Eksekutif Tempo Institute, Mardiyah Chamim, ada yang berbeda dalam pergelaran tahun ini.

    Mardiyah mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, Tempo Media Week lebih berfokus pada kelas jurnalistik dan komunikasi. "Tempo Media Week 2017 ini pertama kalinya dibuat dengan format festival. Festival itu semua ada, mulai pameran, seminar, komunitas-komunitas, hingga kelas-kelas," katanya di Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta Selatan, Rabu, 22 November 2017.

    Baca: Revolusi Digital Jadi Tema Besar Tempo Media Week 2017

    Acara digelar selama tiga hari berturut-turut pada 24-26 November 2017 di gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Sepanjang tiga hari akan diselenggarakan tiga seminar dengan 15 pembicara.

    Seminar Media dan Gemuruh Zaman Digital akan digelar pada Jumat, 24 November, dengan keynote speaker Karina Supelli. Karina akan berbicara mengenai Tsunami Informasi, Hoax, & Perginya Akal Sehat.

    Setelah itu disusul diskusi panel dengan narasumber Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Sammy Pangerapan, Direktur Pemberitaan Tempo Arif Zulkifli, Pendiri Selasar dan PepNews Pepih Nugraha, serta Irendra Rajawali dari Kemitraan dan Direktur Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran.

    Malam harinya akan digelar seminar bertajuk "Big Data, Big Disruption" bersama Regi Wahyu (CEO Dattabot), Handry Satriago (CEO GE Indonesia), Cristal Widjaja (Big Data Expert Go-Jek Indonesia), dan Burhan Sholihin (Direktur Eksekutif Tempo.co).

    Pada Sabtu, 25 November 2017, akan ada seminar Inovasi dan Kompetisi di Zaman Digital yang diisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Najelaa Shihab, dan CEO Kibar, Yansen Kamto. Seminar ini akan dipandu langsung Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso.

    Baca juga: Perangi Hoax, Tempo Media Group Gelar Tempo Media Week 2017

    Pada hari terakhir, Minggu, 26 November, Tempo Media Week 2017 akan menggelar #PanggungIndonesia2045, yang akan menghadirkan sebelas pemuda Indonesia yang berkarya dalam berbagai bidang. Acara ini akan didampingi Najwa Shihab sebagai pembawa acara.

    Ada juga master class, yang membuka delapan kelas, dengan menghadirkan para jawara di bidangnya, seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Eno Bening, Eka Kurniawan, Ayu Laksmi, Edward Suhadi, Prita Laura, Yos Rizal, Burhan Sholihin, Yosep Suprayogi, dan Hermien Y. Kleden.

    Masih banyak lagi acara seru lain dalam Tempo Media Week 2017, seperti talkshow, festival mendongeng, bedah buku, dan pameran foto. Ada pula tantangan #RebutKursiPemred dengan hadiah eksklusif menjajal menjadi Pemimpin Redaksi Koran Tempo selama sepekan.

    Tim Indonesiana juga akan mengadakan diskusi Blogger Menulis Kebhinekaan bersama Hasanudin Abdurakhman dan Kalis Mardiasih. Sedangkan tim Majalah Tempo Edisi Bahasa Inggris akan menghadirkan redaktur desk internasional Purwani Diyah Prabandari dan para diplomat Kementerian Luar Negeri dalam diskusi Diplomacy and Social Media.

    ZUL’AINI FI’ID N. | DEWI RINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).