IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini akan kembali melemah seiring masih adanya aksi jual seperti yang terjadi kemarin. "Tren penurunan kembali terjadi dan mengurangi potensi IHSG untuk bergerak positif," ujarnya, Rabu, 22 November 2017. IHSG kemarin ditutup melemah 0,35 persen di level 6.031,86.

    Reza berharap, jika terjadi koreksi pada IHSG maka tidak terlalu besar agar tidak mengurangi peluang rebound yang terjadi. “Diharapkan sentimen yang ada dapat lebih positif sehingga tidak kembali terjadi pelemahan,” katanya. Saham-saham yang direkomendasikan Binaartha Sekuritas yakni ASII, ASRI, EXCL, INDF, KAEF,WIKA.

    Baca: IHSG Cetak Rekor Level Penutupan Tertinggi Baru

    Sedangkan Ketua Riset Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG menguat hari ini. Ia optimistis IHSG dapat mencetak rekor tertinggi baru selama support level dapat dipertahankan dengan baik.

    William memprediksi IHSG akan bergerak dari level terendah 5.972 dan teringgi 6.123. “Kondisi pola gerak IHSG saat ini memiliki kecenderungan menguat,” kata dia.

    Kondisi perekonomian yang cukup stabil jelang akhir tahun 2017, menurut William, akan menjadi momentum untuk dapat memberikan sentimen positif terhadap IHSG. Hal ini terutama terhadap sektor yang diuntungkan dengan momentum liburan, seperti sektor perdagangan, perbankan, dan konsumer. Saham-saham pilihan William yakni TLKM, JSMR, KLBF, WIKA, BBNI, MAIN, SMCB, PTPP, ADHI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.