2018, BEI Targetkan Bidik 120 Ribu Investor Baru

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Raisa menghibur pengunjung saat Stock Sound penutupan perdagangan BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. Raisa yang telah menjadi investor pasar modal tersebut mengajak masyarakat untuk menjadi investor atau ikut program Yuk Nabung Saham sebagai jaminan jangka panjang yang menguntungkan pada masa depan. ANTARA FOTO

    Penyanyi Raisa menghibur pengunjung saat Stock Sound penutupan perdagangan BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. Raisa yang telah menjadi investor pasar modal tersebut mengajak masyarakat untuk menjadi investor atau ikut program Yuk Nabung Saham sebagai jaminan jangka panjang yang menguntungkan pada masa depan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan pada 2018 pihaknya menargetkan menambah 120 ribu investor single investor identification (SID).

    "Kalau akhir tahun ini bisa 630 ribu. Target kami tahun depan paling tidak 20 persen atau lebih dari 120 ribu (investor)," ujar Nicky saat ditemui di Galeri BEI, Selasa, 21 November 2017.

    Simak: Yuk, Nabung Saham, Bursa Efek Jaring 5.000 Investor

    Nicky mengatakan saat ini jumlah investor sudah mencapai 613 ribu SID. Komposisi investor tersebut, menurut dia, jumlah terbesar didominasi usia 20 sampai 30 tahun, yang mencapai 30 persen dari semua investor.

    Menurut Nicky, sejak program Yuk Nabung Saham pada 2015, jumlah investor meningkat hampir 200 ribu investor SID.

    "Penambahan investor sudah total 618 ribu SID saham, tapi berbicara reksadana, sudah 1,99 juta. Itu total keseluruhan," tuturnya.

    Nicky menyebut, ada peningkatan investor dari Desember 2015 sampai saat ini, yakni dari 430 ribu menjadi 618 ribu investor.

    "Sudah hampir 50 persen peningkatannya. Selain itu, dari sisi tambahan jumlah investor yang aktif bertransaksi per bulan meningkat menjadi 100 ribu, dibandingkan dengan tahun lalu 78 ribu," ujar Nicky.

    Untuk semakin meningkatkan jumlah investor, BEI juga membuat program lanjutan dari Yuk Nabung Saham, yaitu di perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan, termasuk para emiten. "Kami juga mulai meluncurkan program Desa Nabung Saham," kata Nicky.

    Nicky mengatakan, minggu depan, BEI akan melakukan program Desa Nabung Saham pencanangan di Timika, Papua. "Satu lagi Lombok Tengah pada Desember, bulan depan," katanya.

    Saat ini program Desa Nabung Saham ada di Kalimantan Timur, Aceh, Timika, dan Lombok Tengah.


    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.