UMK Jateng Dinilai Terlalu Rendah, Pekerja Pertimbangkan Gugatan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh Semarang Menolak Aksi Sosial

    Buruh Semarang Menolak Aksi Sosial

    TEMPO.CO, Semarang- Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Heru Budi Utoyo mempertimbangkan langkah menggugat hasil penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK Jateng). Menurut dia, KSPN merasa kecewa lantaran angka yang ditetapkan tidak mendengarkan aspirasi para buruh.

    "Kami masih pertimbangkan apakah akan melakukan gugatan atau tidak. Kita rapatkan barisan dulu. Karena saat pertemuan dengan Dewan Pengupahan, Gubernur (Gubernur Jawa Tegah Ganjar Pranowo) tidak menyebut angka, tapi hari ini malah langsung ditetapkan," katanya kepada Tempo, Selasa, 21 November 2017.

    Baca juga: UMP Jateng 2018 Rp1,48 Juta, di Bawah Jabar dan Jatim

    UMK di Jawa Tengah lebih rendah daripada di Jawa Timur. Kota Surabaya menjadi daerah yang nilai UMK-nya tertinggi di Jawa Timur, yaitu Rp3,583 juta, disusul Kabupaten Gresik Rp 3.580.370,64. Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Magetan dan Trenggalek dengan besaran UMK Rp 1,509 juta.

    Heru mengaku kecewa ketika upah yang ditetapkan condong ke pengusaha. Ia mencontohkan, di Kota Semarang, yang merupakan ibu kota Jawa Tengah, UMK ditetapkan Rp 2.310.087, padahal ada dua angka yang diusulkan saat itu.

    "Kami usul Rp 2.754.865, sedangkan pengusaha usul Rp 2,3 juta. Namun bukan jalan tengah yang diambil, justru berpihak pada pengusaha. Kalau seperti ini, Gubernur tidak akan pernah tahu kalau kebutuhan hidup di Semarang semakin jauh dari KHL (Kebutuhan Hidup Layak)," ujarnya.

    Dalam penetapan UMK 2018, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menandatangani keputusan UMK 2018 untuk 35 daerah se-Jawa Tengah. Kenaikan UMK didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

    Dalam penetapan tersebut, Kota Semarang menjadi wilayah paling tinggi dengan nominal Rp 2.310.087,50 dan Kabupaten Banjarnegara paling rendah Rp 1.490.000. Kenaikan tersebut rata-rata 8,7 persen sesuai dengan PP 78.

    "Keputusannya harus pakai PP. Di beberapa tempat ada yang tidak persis PP, tapi rata-rata kenaikannya melebihi PP. Jangan khawatir, tidak ada yang di bawah PP 78 nominalnya," kata Ganjar.

    Berikut ini UMK di Jawa Tengah.

    1. Kota Semarang: Rp 2.310.087,50
    2. Kabupaten Demak: Rp 2.065.490
    3. Kabupaten Kendal: Rp 1.929.458
    4. Kabupaten Semarang: Rp 1.900.000
    5. Kota Salatiga: Rp 1.735.930

    6. Kabupaten Grobogan: Rp 1.560.000
    7. Kabupaten Boyolali: Rp 1.651.650
    8. Kota Surakarta: Rp 1.668.700
    9. Kabupaten Sukoharjo: Rp 1.648.000
    10. Kabupaten Sragen: Rp 1.546.492,72

    11. Kabupaten Karanganyar: Rp 1.696.000
    12. Kabupaten Wonogiri: Rp 1.524.000
    13. Kabupaten Klaten: Rp 1.661.632,35
    14. Kabupaten Batang: Rp 1.749.900
    15. Kota Pekalongan: Rp 1.765.178,63

    16. Kabupaten Pekalongan: Rp 1.721.637,55
    17. Kabupaten Pemalang: Rp 1.588.000
    18. Kota Tegal: Rp 1.630.500
    19. Kabupaten Tegal: Rp 1.617.000
    20. Kabupaten Brebes: Rp 1.542.000

    21. Kabupaten Blora: Rp 1.564.000
    22. Kabupaten Kudus: Rp 1.892.500
    23. Kabupaten Jepara: Rp 1.739.360
    24. Kabupaten Pati: Rp 1.585.000
    25. Kabupaten Rembang: Rp 1.535.000

    26. Kota Magelang: Rp 1.580.000
    27. Kabupaten Magelang: Rp 1.742.000
    28. Kabupaten Purworejo: Rp 1.573.000
    29. Kabupaten Temanggung: Rp 1.557.000
    30. Kabupaten Wonosobo: Rp 1.585.000

    31. Kabupaten Kebumen: Rp 1.560.000
    32. Kabupaten Banyumas: Rp 1.589.000
    33. Kabupaten Cilacap: Rp 1.841.000
    34. Kabupaten Banjarnegara: Rp 1.490.000
    35. Kabupaten Purbalingga: Rp 1.655.200

    Sumber UMK Jateng: Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.