Kereta Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Awal Desember

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta buatan PT Industri Kereta Api (INKA), 7 Oktober 2017. TEMPO / Alfan Hilmi.

    Tampak dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta buatan PT Industri Kereta Api (INKA), 7 Oktober 2017. TEMPO / Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kereta Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi penuh pada awal Desember 2017. Budi mengatakan uji coba kereta Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung hingga minggu depan.

    “Awal Desember tanggal dua atau tiga kami buka,” kata Budi di Grand Mercure Hotel Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa, 21 November 2017.

    Simak: Cek Jadwal Perjalanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Sini

    Budi mengatakan pengoperasian perdana kereta Bandara Soekarno-Hatta mundur dari target awal. Sebab, pemerintah dan pemangku kepentingan ingin memastikan proyek tersebut berjalan dengan baik saat dibuka untuk umum. Budi masih akan mempertimbangkan periode uji coba gratis bagi masyarakat.  

    “Tanggal 25 November sebenarnya bisa. Tapi saya mau konservatif untuk uji coba dahulu  selama seminggu supaya nanti mantap,” ucap Budi. 

    Budi menyebut belum ada perubahan kebijakan terkait dengan tarif kereta Bandara Soekarno-Hatta, yakni Rp 100 ribu. Meskipun begitu, dia menegaskan, hal tersebut masih akan dibahas dengan para pemangku kepentingan.

    Selain di Bandar Udara Soekarno-Hatta, pemerintah akan menyelesaikan proyek kereta bandara di beberapa kota lain, yakni Solo, Surabaya, Yogyakarta, dan Padang. Budi mengatakan proyek kereta bandara selanjutnya adalah untuk Bandara Adi Sumarmo, Solo.

    “Solo dan Yogyakarta sedang kami kerjakan. Solo akhir 2018 targetnya selesai. Sedangkan Yogyakarta awal 2019,” tutur Budi.

    ALFAN HILMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.