Kirim Kapal Ekspedisi, Luhut Pandjaitan Promosikan Sabang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat mengecek satuan upacara pemberangkatan Sail Sabang 2017 di dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 November 2017. Satgas Sail Sabang memberangkatkan dua kapal yakni KRI Banda Aceh dan KRI Bima Suci. Tempo/ Ilham Fikri

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat mengecek satuan upacara pemberangkatan Sail Sabang 2017 di dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 November 2017. Satgas Sail Sabang memberangkatkan dua kapal yakni KRI Banda Aceh dan KRI Bima Suci. Tempo/ Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 sebagai cara mempromosikan pariwisata Kota Sabang, Aceh, yang menjadi destinasi tahun ini. Kegiatan yang diikuti pelajar sekolah menengah atas dan taruna TNI itu dilakukan dengan iring-iringan Kapal RI Dewaruci.

    "Kami ingin daerah (tujuan ekspedisi) itu jadi tujuan pariwisata," kata Luhut, yang memimpin upacara pelepasan peserta ENJ 2017 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 20 November 2017.

    Luhut menyorot pentingnya ENJ sebagai cara mengembangkan perekonomian lewat sektor wisata. Pariwisata sendiri diproyeksikan menjadi penyumbang pendapatan negara terbesar pada 2019.

    "Pada 2019 akan kelihatan finalisasinya (pengembangan pariwisata). Bisa turis lebih dari 20 juta orang," kata mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu.

    Mengulangi pesan Presiden Joko Widodo, Luhut meminta masyarakat mempertahankan ciri khas lokasi pariwisata di setiap daerah. "Presiden berkali-kali ingatkan jangan arsitektur daerah meniru arsitektur lain. Biar arsitektur daerah itu yang dikembangkan, sehingga orang datang melihat nuansa yang betul-betul mencitrakan daerah itu," tutur Luhut Pandjaitan.

    Pada ENJ 2017, terdapat 68 orang pelajar dari seluruh provinsi di Indonesia itu yang berlayar dengan KRI Dewaruci selama 28 hari. Mereka dibekali dengan materi kemaritiman dan pertukaran budaya oleh panitia ekspedisi.

    Program pengenalan budaya dan bakti sosial juga diberikan di setiap persinggahan, yaitu di rute Jakarta-Batam-Sabang-Belawan, dan kembali ke Jakarta. Hal itu belum termasuk pelatihan navigasi, ilmu perbintangan, latihan fisik, pelatihan keselamatan, dan pelatihan keamanan yang didapat peserta selama pelayaran.

    Tak hanya pelajar, ENJ 2017 diikuti 700 peserta pelayaran di bawah koordinasi TNI Angkatan Laut. Jumlah itu sudah termasuk mereka yang akan mengikuti program Bela Negara Kementerian Pertahanan.

    Mereka mengikuti iring-iringan KRI Dewaruci yang berlayar bersama KRI Bima Suci dan dua kapal milik TNI AL. ENJ pertama kali digelar dengan Bunaken sebagai destinasi. Ekspedisi budaya itu pun dilanjutkan setiap tahunnya untuk mengenalkan destinasi dan budaya daerah lain, seperti Wakatobi, Morotai, Pulau Komodo, Raja Ampat, dan Selat Karimata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?