Bendungan Bintang Bano Sumbawa Diharapkan Lipatkan Hasil Panen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) bersama Menteri Basuki Hadumuljono (kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kiri), dan Gubernur Ahmad Heryawan (ketiga kiri) mengamati maket pembangunan Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kedua kanan) bersama Menteri Basuki Hadumuljono (kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kiri), dan Gubernur Ahmad Heryawan (ketiga kiri) mengamati maket pembangunan Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 17 Maret 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Multifungsi Bintang Bano di Kecamatan Brang Rea, saat akan menghadiri ulang tahun ke-14 Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

    Konstruksi bendungan yang baru dibangun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo itu telah rampung hingga 55,4 persen. “Ditargetkan akhir 2018 sudah selesai dan awal 2019 dapat dilakukan penggenangan, kemudian bisa dimanfaatkan airnya," kata Basuki, dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi Publik PUPR, Senin, 20 November 2017.

    Simak: Pemerintah Menargetkan Pembangunan 29 Bendungan Selesai 2019

    Bendungan Bintang Bano dibangun untuk mengantisipasi banjir di Taliwang, serta menjadi sumber air baku sebesar 555 liter per detik. Manfaat lainnya adalah sebagai pembangkit listrik Minihidro sebesar 2 x 4,4 Megawatt yang membantu memenuhi kebutuhan listrik Sumbawa Barat.

    Bendungan Bintang Bano juga akan membendung aliran Sungai Brang Rea dan mengendalikan banjir ulangan yang alirannya mencapai 21,13 juta meter kubik. "Kapasitas tampungan total Bendungan Bintang Bano sebesar 65,84 juta meter kubik, ini merupakan yang terbesar di NTB," kata Basuki.

    Dia pun menyorot potensi keuntungan pariwisata dari bendungan tersebut karena alam dan kondisi hutan sekitarnya yang baik.

    Pembangunan Bendungan Bintang Bano terbagi menjadi 2 kontrak yang ditandatangani pada November 2015. Kontrak pertama untuk pembangunan bendungan utama senilai Rp 667,7 milyar dikerjakan oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya-Bahagia Bangunnusa (KSO). Adapun kontrak kedua untuk pembangunan spillway bendungan senilai Rp 209 milyar dikerjakan PT. Hutama Karya (Persero).

    Di Sumbawa Barat, Basuki pun menyempatkan diri meninjau Bendung Kalimantong II yang telah mengairi irigasi seluas 2.815 hektar. Bendung yang rampung dibangun pada 1993 silam itu akan mendapat pasokan air dari Bendungan Bintang Bano untuk mengairi irigasi, baik lahan lama maupun baru.

    “Akan ada tambahan irigasi baru Bendungan Kalimantong II seluas 4.000 hektare," ucap Basuki. Ketersediaan air di Sumbawa Barat, kata dia, dapat dipenuhi sepanjang tahun sehingga diyakini menambah hasil panen sampai 2 hingga 3 kali lebih banyak.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.