Jumat, 25 Mei 2018

Garuda Indonesia Minta Maaf Pilotnya Berkata Rasis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Garuda Indonesia. TEMPO/Tony Hartawa

    Ilustrasi Garuda Indonesia. TEMPO/Tony Hartawa

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan telah meminta maaf terkait dengan insiden pilotnya yang berkata rasis kepada seorang petugas Bea Cukai Bandara International Silangit, Sumatera Utara. Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bea Cukai serta sudah menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.

    Dia menuturkan Garuda juga sudah meminta maaf secara langsung kepada maskapai yang disebut dan masalah sudah selesai dengan baik. “Kami menyesalkan sikap dan pernyataan pilot tersebut yang bertentangan dengan nilai perusahaan. Garuda Indonesia sangat menghargai kerja sama antara pemegang kebijakan dan institusi yang ada di bandara untuk meningkatkan kenyamanan bagi penumpang,” katanya saat dihubungi, Senin, 20 November 2017.

    Baca juga: Bea Cukai Berhak Memeriksa Bawaan Crew Pesawat

    Sebelumnya, sempat beredar video berdurasi 2 menit 18 detik yang memperlihatkan percakapan seorang pilot Garuda dengan petugas Bea Cukai. Video yang diambil dari dalam kabin pesawat itu diunggah akun @sugi_0706 dengan keterangan atau caption, "How about this @IndonesiaGaruda racism on your airplane? I believe this is one of your Pilot!"

    Dalam video itu, terjadi dialog antara pilot dan petugas Bea Cukai. Pilot Garuda itu memerintahkan pihak Bea Cukai bandara tidak terlalu lama berada di dalam kabin pesawat. Namun petugas bea cukai mengatakan sedang menjalankan tugas. Dalam percakapan itu, pilot Garuda menyinggung etnis tertentu dan sebuah maskapai penerbangan swasta.

    Ikhsan mengklaim pihaknya sudah melakukan investigasi internal terkait dengan insiden tersebut. Garuda Indonesia, kata Ikhsan, juga sudah memberikan sanksi administratif kepada pilot yang bersangkutan. “Investigasi dan pemberian sanksi sudah kami lakukan sebelum video tersebut viral di media sosial,” ujarnya.

    Dalam keterangan tertulis, Garuda Indonesia menceritakan kronologi ketika pesawat dengan nomor penerbangan GA8510 SIN-DTB itu baru mendarat di Bandara Silangit pada 31 Oktober 2017. Setelah penumpang turun, petugas Bea Cukai kemudian naik memeriksa pesawat dan tas kru.

    Baca juga: Viral, Ini Video Rasis Pilot Garuda

    Pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. Kemungkinan juga pilot belum mengetahui bahwa sesuai dengan standar operasional prosedur, petugas Bea Cukai berhak masuk ke pesawat.

    Dalam penolakan pilot Garuda Indonesia tersebut, terucap kata-kata yang bernada menyinggung etnis tertentu dan sebuah maskapai penerbangan swasta. Menurut keterangan, pilot dalam keadaan emosi sehingga tidak dapat mengontrol ucapannya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.