Harapan Jusuf Kalla pada Pusat Penelitian Kakao Pangkep

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers di rumah dinas, Jakarta, 15 Mei 2017. Jusuf Kalla mengatakan, kecelakaan yang menimpa Setya Novanto tersebut tidak akan menganggu proses hukum yang sudah berjalan. Jusuf Kalla berharap ketua umum Partai Golkar tersebut bisa segera pulih. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers di rumah dinas, Jakarta, 15 Mei 2017. Jusuf Kalla mengatakan, kecelakaan yang menimpa Setya Novanto tersebut tidak akan menganggu proses hukum yang sudah berjalan. Jusuf Kalla berharap ketua umum Partai Golkar tersebut bisa segera pulih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap kualitas dan produksi kakao di Indonesia meningkat dengan adanya pusat penelitian kakao yang dibangun PT Mars Symbioscience di Kelurahan Attang Salo, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep. Apalagi bangunan seluas 95 hektare ini mendapat investasi dana sekitar US$ 4 juta atau Rp 50 miliar.

    "Untuk meningkatkan produktivitas memang dibutuhkan teknologi. Misalnya lewat penelitian, pupuk, dan bibit yang baik," ucap Jusuf Kalla didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat penelitian kakao di Pangkep, Sabtu, 18 November 2017.

    Simak: Kakao Indonesia Tak Beraroma Cokelat

    Ia mengharapkan dengan adanya pusat penelitian kakao tersebut para petani bisa mengaplikasikan hasilnya ke kebun-kebun mereka, sehingga bisa meningkatkan produktivitas kakao. "Saat ini Indonesia urutan ketiga produksi kakao di dunia. Kalah dari Brasil dan Pantai Gading yang rata-rata bisa produksi sampai dua ton per hektare," ucap dia.

    Menurut JK, saat ini Indonesia hanya bisa memproduksi kakao 600-700 kilogram per hektare. Sehingga untuk mengejar ketertinggalan tersebut dibutuhkan teknologi agar produksi bisa dua kali lipat.

    Ia menyebutkan wilayah Sulawesi Selatan ada 70 persen perusahaan kakao. Hal ini yang perlu ditingkatkan agar bisa berada di urutan kedua dunia. Apalagi, JK melanjutkan, Indonesia khususnya Sulawesi memiliki lahan yang luas untuk mengembangkan produksi kakao. "Kan di sini banyak perkebunan rakyat, dan rakyat butuh bantuan untuk peremajaan."

    Corporation Affairs PT Mars Indonesia Andi Fitriani mengklaim pusat penelitian yang akan dibangun PT Mars Symbioscience Indonesia merupakan terbesar di Asia-Pasifik. "Pembangunan pusat penelitian kakao ini terbesar kedua dunia setelah yang ada di Brasil," ucap Fitriani.

    Menurut dia, PT Mars Symbioscience Indonesia ini sudah melakukan nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan juga kerja sama dengan beberapa universitas di Sulawesi Selatan. Fitriani mengatakan hal ini dilakukan untuk mewujudkan komitmennya dalam keberlanjutan produksi kakao di masa mendatang. "Pembangunannya kita target rampung dua tahun ke depan," tutur dia.

    Untuk fasilitasnya nantinya, ucap dia, akan dilengkapi dengan laboratorium dan kebun percontohan. "Sebenarnya kita juga sudah memiliki fasilitas kakao di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Tapi masih dalam skala kecil seluas 30 hektare." 

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.