LPS Digugat, OJK Siapkan Fakta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Langkah pertama yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan dengan adanya ketentuan baru adalah menetapkan visi dan misi yang baru.

    Langkah pertama yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan dengan adanya ketentuan baru adalah menetapkan visi dan misi yang baru.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) digugat Weston International Capital Ltd sebesar US$ 410 juta. Gugatan dilayangkan karena Weston merasa tertipu dengan penjualan Bank Mutiara.

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan akan menyediakan fakta-fakta yang mendukung keputusan LPS saat menjual Bank Mutiara. "Kami siapkan saja fakta-fakta yang support putusan-putusan kami semua," katanya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 17 November 2017.

    Simak: Digugat Soal Penjualan Bank Mutiara, LPS: Itu Mengada-ada

    Media Asia Sentinel melansir gugatan Weston terhadap LPS yang diajukan ke Mahkamah Agung Mauritania pada 29 September 2017. Weston merupakan investor J Trust, perusahaan Jepang yang mengakuisisi Bank Mutiara.

    Menurut Weston, penjualan Bank Mutiara ke J Trust merupakan penjualan palsu. Ketua Eksekutif LPS kala itu, Kartika Wirjoatmodjo, diduga meminta OJK meloloskan J Trust dalam fit and proper test penjaringan investor. Kemampuan J Trust dalam mengakuisisi Bank Mutiara saat itu diragukan. 

    Weston juga menyatakan J Trust hanya membayar US$ 28,5 juta, padahal kepada publik dinyatakan harganya US$ 368 juta. Di balik penjualan tersebut, juga diduga ada tindakan pencucian uang, penyuapan, dan pencurian.

    LPS membantah tudingan Weston. "Tudingan itu tidak benar dan cenderung mengada-ada," kata Sekretaris Lembaga LPS Samsu Adi Nugroho saat dihubungi Tempo, Jumat.

    Samsu mengatakan pihaknya belum menerima gugatan tersebut secara formal. Namun LPS saat ini tengah mempelajari gugatan tersebut. "Jika diperlukan, LPS akan mengambil langkah hukum," ucapnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.