BI: Perbankan Masih Hati-hati Salurkan Kredit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia saat jumpa wartawan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 2017, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia saat jumpa wartawan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 2017, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Repo Rate dua kali berturut-turut tahun ini. Penurunan itu diikuti penurunan suku bunga kredit 128 basis poin meski masih double digit.

    Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengatakan perbankan masih berhati-hati menyalurkan kredit. "Sehingga dia menurunkan bunganya juga secara hati-hati," kata Mirza di kantornya, Jakarta, Jumat, 17 November 2017. 

    Simak: Bank Indonesia Bekukan Empat Uang Elektronik

    Penyebab lain suku bunga kredit lambat turun adalah target perbankan mendapatkan laba. Menurut Mirza, target laba bisa dicapai tanpa harus menahan penurunan suku bunga. Salah satu alternatifnya adalah menurunkan biaya operasional.

    Mirza menyarankan para shareholder perbankan menargetkan perbankan menurunkan biaya operasional untuk mencapai target laba. "Shareholder ini termasuk Menteri BUMN," ujarnya. 

    Bank Indonesia kemarin memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di angka 4,25 persen. Pada Agustus 2017, suku bunga acuan BI turun 25 bps menjadi 4,5 persen dan September 25 bps menjadi 4,25 persen. Adapun suku bunga kredit saat ini sebesar 11,6 persen. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.