Jepang Usulkan Penambahan Jalur Kereta Jakarta - Surabaya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Satuan Penyelenggara Administrasi (Saptas) SIM Daan Mogot di Jakarta Barat, 11 November 2017. Yohanes Paskalis Pae Dale

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Satuan Penyelenggara Administrasi (Saptas) SIM Daan Mogot di Jakarta Barat, 11 November 2017. Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan adanya usul penambahan jalur dalam proyek kereta semicepat rute Jakarta-Surabaya. Usul itu datang secara informal dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

    "Idenya informal, sekitar 3-4 hari lalu. Dia (Jepang) ingin rel itu menjadi tiga, jadi existing tetap, tapi ada satu lagi khusus untuk kereta semicepat," ujar Budi setelah menjadi pembicara dalam forum Medan Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Jumat, 17 November 2017.

    Simak: Jepang Usul Kereta Jakarta-Surabaya 120 Km per Jam

    Budi mengaku masih mempelajari usul pembangunan jalur baru yang bersisian dengan jalur yang sudah ada (existing) tersebut. Kalaupun digarap, dia berharap usul tersebut tak menyulitkan pemerintah dari sisi pembiayaan dan pengoperasian kereta Jakarta-Surabaya.

    "Operasional tak terganggu dan saat melaksanakan juga tak ada tumpang tindih kecepatan antara (jalur) yang baru dan yang lama," tutur Budi. "Yang saya perhatikan anggarannya, sejauh mana akan dibebankan. Belum lagi dengan tiga lintasan, lintasan sebidangnya akan lebih panjang."

    Budi pun berniat mengajak praktisi mendalami usul tersebut. Dia meyakini eksekusi ide dari pihak Jepang itu akan menambah biaya investasi, tapi ada komitmen dari pemerintah untuk menekan pengeluaran.

    "Saya tak mau ngomongin angka, tapi pasti lebih besar (pembiayaannya). Saya inginnya di Rp 60 triliun. Bisa atau tidak, makanya ada nanti diklarifikasi dulu," ucapnya.

    Nilai tersebut merupakan perkiraan investasi untuk proyek tersebut jika menggunakan jalur existing. Nilai itu sudah termasuk Rp 20 triliun untuk 800 lintas sebidang kereta api Jakarta-Surabaya.

    Budi pun menyebut kepastian proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya itu akan tuntas sebelum awal 2018.

    Kereta cepat Jakarta-Surabaya diproyeksikan berkecepatan 160 kilometer per jam, sehingga Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam 5,5 jam.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?