Bandara Jenderal Soedirman Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Progres pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho

    Progres pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menandatangani nota kesepahaman pengembangan dan pengelolaan Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga untuk menjadi bandar udara komersial.

    Menurut Ganjar, penandatanganan nota kesepahaman itu menjadi dasar pelaksanaan pembangunan Pangkalan Udara TNI Panglima Besar Jenderal Soedirman menjadi bandara komersial.

    "Rencananya, pertengahan Desember 2017 bisa dilakukan groundbreaking dan kami berharap pada Desember 2018 sudah beroperasi. Tapi kalau tadi bicara, kayaknya awal 2019," katanya saat dihubungi melalui telepon.

    Baca: Bandara Sukabumi Ditargetkan Selesai 2020

    Rencana pengembangan Bandara Jenderal Soedirman, yang sebelumnya sering disebut Lanud Wirasaba, itu, kata Ganjar, sudah muncul sejak 2006 tapi tidak ada kejelasan.

    Terkait dengan pengembangan Bandara Jenderal Soedirman, Ganjar membidik sektor pariwisata di Provinsi Jawa Tengah bagian tengah dan barat. "Dampak sektor pariwisata yang berkembang adalah meningkatnya perekonomian karena efek dominonya besar sekali," ucapnya.

    Penandatanganan nota kesepahaman pengembangan dan pengelolaan Bandara Jenderal Soedirman dilakukan di Ruang Cenderawasih, Hotel Bandara, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 17 November 2017. Dalam penandatanganan tersebut turut terlibat Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Asisten Logistik KASAU Marsekal Muda TNI Yadi Husyadi, Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia Novie Riyanto dan Bupati Purbalingga Tasdi.

    Baca: Bandara Silangit Disiapkan Jadi Pionir Smart Airport

    PT Angkasa Pura II, selaku operator Bandara Jenderal Soedirman, akan mulai merealisasi pembangunan fisik dengan finalisasi detail engineering design (DED).

    PT Angkasa Pura II juga telah menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti landasan pacu, taxiway, dan bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi.

    Landasan pacu Bandara Jenderal Soedirman saat ini hanya sepanjang 850 meter dan akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Kemudian pada tahap selanjutnya akan diperpanjang lagi menjadi 2.000-2.400 meter.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.