Harga Emas Antam Stabil Rp 623.562 per Gram

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah melakukan pengecekan berat emas batangan 1 kilo di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah melakukan pengecekan berat emas batangan 1 kilo di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam stabil di posisi Rp 623.562 per gram pada perdagangan Kamis, 16 November 2017. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam adalah Rp 623.562 per gram.

    Harga pembelian kembali atau buyback juga tidak mengalami perubahan sejak kemarin yaitu Rp 556.000 per gram.

    Pembayaran pembelian kembali dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi. Nilai pembelian kembali mengacu pada harga pembelian kembali pada hari transaksi.

    Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 09.00 terpantau sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

    Antam menjual emas dengan varian berikut:

    Emas 1 gram Rp 623.562

    Emas 2 gram Rp 1.206.764

    Emas 2,5 gram Rp 1.498.365

    Emas 3 gram Rp 1.792.984

    Emas 4 gram Rp 2.377.204

    Emas 5 gram Rp 2.971.505

    Emas 10 gram Rp 5.892.560

    Emas 25 gram Rp 14.655.725

    Emas 50 gram Rp 29.261.000

    Emas 100 gram Rp 58.471.550

    Emas 250 gram Rp 146.052.750

    Emas 500 gram Rp 291.903.700

    Antam juga menjual emas bercorak batik dengan ukuran 10 gram dan 20 gram. Untuk harga emas Antam bercorak batik ukuran 10 gram dijual dengan harga Rp 6.346.610 atau Rp 634.661per gram. Sementara untuk ukuran 20 gram seharga Rp 12.294.665 atau Rp 614.733 per gram.

    Selain itu, Antam juga menjual emas batangan tematik edisi Idul Fitri. Emas edisi Idul Fitri Antam berukuran 1 gram dijual dengan harga Rp 699.237. Sementara emas edisi Idul Fitri ukuran 2 gram dijual Rp.1.282.439 dan ukuran 5 gram dijual Rp 3.047.180.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.