Dirut Tempo: Ekonomi Digital Tak Bisa Dihindari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad saat memberikan kata sambutan di acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad saat memberikan kata sambutan di acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk. Toriq Hadad menyatakan ekonomi digital merupakan hal yang tak bisa dihindari. Tempo juga termasuk yang memanfaatkan teknologi digital bukan hanya karena ada pilihan tersebut, tapi karena suatu keharusan. 

    Meski salah satu imbas perkembangan dunia digital adalah penurunan keuntungan pada bidang media, menurut Toriq, perusahaan tetap harus berupaya agar bertahan. Terbukti, Tempo berhasil mendapatkan lebih dari 100 ribu pelanggan baru berbasis digital hanya dalam waktu enam bulan dan 40 persen di antaranya merupakan pelanggan berbayar.

    "Ini menunjukkan kalau tidak ada pilihan lain selain kita memanfaatkan dan mengembangkannya," ujar Toriq saat memberikan sambutan di acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta Pusat, Kamis 16 November 2017.

    Baca: Ekonomi Digital Bakal Berperan Besar dalam Pertumbuhan 2018

    Pada kesempatan itu Toriq juga menyampaikan pertumbuhan digital saat ini mengalami kemajuan yang pesat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Ia mencontohkan e-commerce Alibaba Group yang baru saja mengadakan diskon besar-besaran di tanggal 11 November 2017, mampu mengumpulkan keuntungan yang fantastis hanya dalam satu malam.

    Dalam satu malam, kata Toriq, keuntungan yang dihasilkan Alibaba Group mencapai Rp 342 triliun. "Jadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Indonesia) sebesar Rp 2.000 triliun, seperenamnya dikumpulkan hanya dalam 1 malam," tuturnya.

    Meskipun demikian, Toriq menjelaskan akan ada kendala yang harus dihadapi di masa transisi menuju dunia digital. Ia mencontohkan kasus e-toll yang beberapa hari lalu, menurutnya, menimbulkan masalah di beberapa pintu tol karena masyarakat tidak siap dengan sistem baru tersebut.

    Tempo Media Group bekerja sama dengan Indosat Ooredoo mengadakan acara diskusi Digital Economic Briefing 2017 hari ini. Acara diskusi bertema ekonomi digital yang berlangsung di Auditorium Gedung Pusat Indosat Ooredoo di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, ini akan sibuka oleh pidato kunci Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Diskusi akan terdiri atas dua sesi dan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00. Diskusi sesi pertama bertema 2020 Indonesia Digital Economy Vision, Action Plan?  dan di sesi kedua bertema Learn From The Ace and What’s Next?

    Selain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang menggantikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, acara ini juga menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Selain itu ada CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi yang akan menjadi pembicara di sesi pertama dan dimoderatori oleh Director of Media and Digital Information Tempo Media Group Tomi Aryanto.

    Adapun untuk diskusi sesi kedua yang akan dimoderatori oleh Kepala Editor Koran Tempo Budi Setyarso akan menghadirkan Rektor Universitas Harapan Mulya Jonathan Parapak, Kepala Strategy and Experience Officer Indosat Ooredoo Thomas Chevanne, dan CEO Buka Lapak Achmad Zaky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.