Rabu, 25 April 2018

Bekraf Gelar Akatara, Biro Jodoh Investor dan Pembuat Film

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia ketiga B.J. Habibie ditemani Seniman Reza Rahadian dan Ketua Bekraf Triawan Munaf  berkeliling melihat karya seni kontemporer dalam acara ICAD ke-8 di Hotel Grand Kemang, Jakarta, 4 Oktober 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Presiden Indonesia ketiga B.J. Habibie ditemani Seniman Reza Rahadian dan Ketua Bekraf Triawan Munaf berkeliling melihat karya seni kontemporer dalam acara ICAD ke-8 di Hotel Grand Kemang, Jakarta, 4 Oktober 2017. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah berupaya menggenjot investasi di sektor perfilman Indonesia. Kegiatan Akatara Indonesian Film Financing Fair 2017 pun dicetuskan sebagai sarana pertemuan para investor dengan para pembuat film di Indonesia.

    "Forum ini yang pertama kali. Terbuka, mempertemukan orang yang punya ide proyek film dengan para penyandang dana yang selama ini belum sadar bahwa proyek itu bisa sangat menguntungkan," ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf saat Pitching Forum Akatara di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu, 15 November 2017.

    Pada forum yang digelar pada 15-16 November 2017 itu, para kreator film akan memaparkan rancangan karya pada sekitar 50 calon penyandang dana. Hasil pendaftaran pada 9 September hingga 21 Oktober lalu, tersaringlah 89 proyek yang dikerucutkan lagi menjadi 40 proyek.

    Terdapat 12 proyek film yang berkesempatan pitching alias dipaparkan di depan investor domestik dan asing yang hadir. Sementara proyek lainnya akan ditemui pribadi oleh para investor yang tertarik mendanai.

    Skema investasi yang dipakai pun disesuaikan dengan kesepakatan kreator film dan penyandang dananya. "Ini kan biro jodoh, untuk proyek yang cuma butuh Rp 50 juta sampe yang butuh Rp 15 miliar. Kalau dalam match making ya ngobrol deh. Kalian (investor dan kreator film) mau kawin, mau pacaran doang, atau pacaran dulu lalu perbaiki project baru kawin," tutur Triawan.

    Satu proyek film, menurut dia bisa saja didanai lebih dari satu investor. "Jadi ada sharing risiko, sharing keuntungan. Pendanaannya bisa misalnya 20 persen dari si A, B, dan seterusnya."

    Forum Akatara yang berlangsung selama dua hari itu juga memberi informasi terkait cara berinvestasi di sektor perfilman. Mayoritas penyandang dana yang terlibat forum Akatara berasal dari dalam negeri. "Yang luar negeri masih sedikit, kebanyakan (pendana film) dari Korea."

    Belum ada target khusus yang ditetapkan Bekraf maupun Badan Perfilman Indonesia yang mencetuskan forum perdana Akatara. Di tahun berikutnya, kata Triawan, Akatara akan digelar dua kali dalam setahun.

    "Tak bisa (tetapkan target). Setelah Alkatara pertama baru bisa, kita lihat antusiasmenya, baru tahun depan bisa lebih besar," ujarnya.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    10 Insiden Terparah Sebelum Tumpahan Minyak di Balikpapan 2018

    Berikut 10 insiden terparah sebelum 1,26 juta galon tumpahan minyak mencemari perairan Sepinggan hingga Margo Mulyo, Balikpapan pada 31 Maret 2018.