Minggu, 23 September 2018

Naikkan Daya Listrik, Jonan: Gak Ada Biaya Apa-apa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memasang daftar biaya pemasangan baru dan penambahan daya listrik di kantor PLN area pelayanan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (11/9). Tempo/Panca Syurkani

    Seorang petugas memasang daftar biaya pemasangan baru dan penambahan daya listrik di kantor PLN area pelayanan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (11/9). Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan memastikan bahwa masyarakat tidak perlu mengeluarkan sepeser uang pun untuk menaikkan daya listrik rumahnya seiring rencana pemerintah menyederhanakan golongan listrik rumah tangga non subsidi (penggolongan listrik). "Jadi peningkatan daya nanti enggak ada biaya apa-apa," ujarnya di Kantor ESDM, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

    Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kata Jonan, bahwa peningkatan daya harus melewati waktu pemrosesan yang lama dan biayanya mahal. Nilainya bisa mencapai jutaan bergantung kapasitasnya.

    Baca: Penggolongan Listrik, Arcandra: Agar Produksi PLN Terserap

    Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Sofyan Basir, mengatakan, perusahaan listrik pelat merah itu siap menanggung biaya kenaikan daya itu. Menurut dia, biaya yang disiapkan untuk program itu tidak begitu besar. "Enggak seberapa. Enggak sampai triliunan."

    Sofyan mengatakan rencana itu berawal dari laporan di lapangan bahwa banyak masyarakat yang ingin menaikkan daya listrik namun biayanya kelewat mahal. Sehingga, akhirnya PLN mengusulkan agar biaya menaikkan daya ditanggung oleh perusahaan pelat merah itu.

    Saat ini konsumsi listrik per kapita di Indonesia hanya 900 kWh per tahun. Dengan adanya program itu, Sofyan berharap ada kenaikan menjadi 1.500 kwh per tahun per kapita, dua tahun mendatang.

    Seperti diketahui pemerintah dan PLN tengah berencana menyederhanakan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi yang berlaku untuk golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA. Golongan 900 VA akan dinaikkan dan ditambah daya menjadi 1.300 VA, sementara sisanya akan menjadi 5.500 VA.

    Besaran daya 5.500 VA dipilih lantaran tarif yang seragam dengan golongan di bawahnya hingga 1.300 VA, yakni Rp 1.470 per kWh. Sementara pelanggan golongan berdaya 900 VA yang dinaikkan ke 1.300 VA tetap dikenai tarif Rp 1.352 per kWh.

    Selanjutnya, golongan 5.500 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.200 VA, dan golongan 13.200 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

    Pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan listrik (penggolongan listrik) tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena visi pemerintah dalam bidang kelistrikkan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97 persen hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.