Ekonomi Lesu, Tom Lembong Sebut 2 Investasi Ini Tetap Menarik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan wisata Mandeh di Kab.Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 24 April 2017. Kawasan Mandeh seluas 18.000 Ha yang terdiri dari sejumlah pulau dan masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama Biak dan Bunaken. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Foto udara kawasan wisata Mandeh di Kab.Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 24 April 2017. Kawasan Mandeh seluas 18.000 Ha yang terdiri dari sejumlah pulau dan masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama Biak dan Bunaken. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan di tengah kondisi perekonomian global yang lesu, ada dua sektor investasi yang patut dilirik. Pertama adalah sektor pariwisata.

    "Namun hal ini masih belum dicermati banyak orang," ujarnya dalam pesan video yang diputarkan pada acara UOB Indonesia Economic Outlook 2018 di Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

    Pariwisata, menurut Tom, dinilai menjadi hal yang menjanjikan lantaran adanya kebijakan pemerintah yang dikeluarkan sejak beberapa tahun lalu. Dia lantas merujuk kepada kebijakan pemerintah yang diluncurkan tiga tahun silam mengenai pembebasan visa kepada 170 negara. Pemerintah juga melakukan kampanye dan pembangunan sepuluh Bali Baru.

    Baca: Bertemu Jokowi, PM Abe Puji Iklim Investasi Indonesia

    Tom berujar pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur seperti bandara, jalan, peserta pembangkit listrik di destinasi pariwisata itu. Dengan begitu, destinasi itu bisa dijangkau lebih murah dan lebih cepat. "Investor saya kira telah mencium hal ini, sehingga investasi di pariwisata akan bertumbuh lagi dibanding sebelumnya," ucapnya.

    Sektor selanjutnya adalah e-commerce. Ekonomi digital, kata Tom, merupakan peluang sekaligus tantangan yang perlu dicermati.

    Ekonomi digital dapat menjadi peluang apabila sektor ini dimanfaatkan oleh bisnis-bisnis rintisan untuk menggarap platform maupun aplikasi anyar. Namun menjadi tantangan bagi dunia usaha lantaran adanya perubahan gaya bisnis. "Kita semua harus bisa ikuti perkembangan ekonomi yang begitu dahsyat," ujar Tom.

    Agar bisa bertahan, menurut Tom, maka dunia usaha mesti mulai mendigitalkan usaha-usaha, baik dari segi keuangan, pemasaran, manufaktur, maupun sektor lainnya. Dunia bisnis mesti semakin mengantisipasi pergeseran pola konsumsi, pola produksi, dan pola kerja yang telah terasa di 2017, lantaran pengaruhnya akan semakin terasa tahun depan.

    BKPM mencatat bahwa industri pariwisata tumbuh sebesar 35 persen di kuartal III 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Sementara ekonomi digital diperkirakan akan tumbuh sebesar 30 persen di tahun 2017 ini.

    Meskipun angka kontribusi dua sektor tersebut masih tergolong kecil untuk kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun tren kedua sektor itu akan terus menunjukkan angka yang positif. Melihat tren tersebut, Tom menyebutkan tahun 2018 merupakan saat yang tepat bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.