Oppo, Merek Smartphone Terlaris Kedua di Indonesia

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • OPPO F5 akan hadir dalam tiga warna. (OPPO)

    OPPO F5 akan hadir dalam tiga warna. (OPPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangsa pasar Oppo Electronics Indonesia mencapai 24 persen pada kuartal II/2017. Angka tersebut hanya terpaut 8 persen dari pemimpin pasar. Pencapaian tersebut juga diikuti dengan meningkatnya penjualan per unit dan nilai jual Oppo selama 2016-2017.

    "Selama setahun ini sales unit kami sudah meningkat 117 persen dan sales value kami juga bertambah 210 persen selama setahun. Sementara untuk market share kami di kuartal ke II 24 persen," kata Alinna Wenxin, Marketing Manager Oppo Indonesia, Senin, 13 November 2017.

    Menurutnya, pangsa pasar tersebut dapat tercapai karena menyasar pasar yang tepat, yaitu kelompok anak muda Indonesia. Faktor lainnya adalah riset dan pengembangan sebelum menjual produk ponsel.

    Baca: Bocoran Oppo F5: Dibuat Khusus untuk Main AOV

    PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, menambahkan target penjualan tidak menjadi fokus utama perusahaannya. Menurutnya, Oppo lebih fokus meluncurkan produk yang dapat diterima oleh pasar.

    "Jumlah konsumen bukan incaran utama kami. Tapi bagaimana mereka bisa mencintai produk ini. Jika sudah suka, angka akan mengikuti," kata Aryo.

    Aryo mencontohkan produk Oppo F5 yang sudah dipesan 650 buah pada saat pra-pemesanan pada Sabtu, 11 November 2017. Angka tersebut melewati ekspektasi awal, sebab Oppo belum memberikan informasi soal spesifikasi produk dan harga.

    Oppo Electronics Indonesia menyediakan produk Oppo F5 di Indonesia dalam dua kategori, yakni produk dengan kapasitas RAM 4 Gb dijual seharga Rp 3,99 juta dan produk dengan kapasitas RAM 6 Gb dijual di harga Rp 5,19 juta. Oppo F5 tersedia mulai Senin, 13 November 2017.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?