Sabtu, 15 Desember 2018

Turun 0,01 Persen, IHSG Lanjutkan Pelemahan di Hari Keempat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan hari keempat berturut-turut, Senin, 13 November 2017. IHSG ditutup turun 0,01 persen atau 0,27 poin ke level 6.021,46.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.016,99-6.045,49. Dari 564 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia, 142 saham menguat, 168 saham melemah, dan 254 saham stagnan.

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur (-0,62 persen) dan finansial (-0,43 persen). Adapun tiga sektor lain berakhir di zona hijau, dipimpin sektor konsumer yang menguat 0,94 persen.

    “Ketidakpastian seputar pemangkasan pajak AS (Amerika Serikat) mendorong investor untuk mengambil keuntungan setelah reli besar dalam beberapa pekan terakhir,” kata Linus Yip, pakar strategi di First Shanghai Efek.

    Baca: Sektor Tambang Kerek IHSG Sesi I ke Level 6.039,64

    Saham-saham penekan IHSG
    BBCA -0,85 persen
    BBRI -0,61 persen
    BBNI -1,57 persen
    INTP -2,63 persen

    Saham-saham pendorong IHSG
    HMSP +1,74 persen
    GGRM +3,88 persen
    BDMN +2,25 persen
    INPP +13,04 persen

    Dibuka di zona merah, pergerakan IHSG terpantau langsung berbalik ke zona hijau pada awal perdagangan, bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.045,49. Tenaga IHSG terpantau mengendur mulai awal sesi kedua hingga berbalik ke zona merah pada akhir perdagangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.