Jokowi Dorong APEC Investasi Infrastruktur dan Ekonomi Kelautan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo bersama istrinya, Iriana Widodo turun dari pesawat kepresidenan untuk menghadiri KTT APEC 2017 di Danang, Vietnam, 10 November 2017. REUTERS

    Presiden Indonesia Joko Widodo bersama istrinya, Iriana Widodo turun dari pesawat kepresidenan untuk menghadiri KTT APEC 2017 di Danang, Vietnam, 10 November 2017. REUTERS

    TEMPO.CODa Nang -Presiden Joko Widodo mendorong negara-negara yang tergabung dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk berinvestasi di bidang infrastruktur dan menguatkan sumber daya manusia dengan tujuan meningkatkan produktivitas ekonomi kelautan. Hal ini disampaikan saat berbicara dalam retreat sesi II Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC Sabtu lalu. 

    “Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi," ujar Jokowi dalam retreat yang bertema ”New Drivers for Regional Trade, Investment, and Connectivity”, di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang, Sabtu, 11 November 2017.

    Baca: Di APEC, Jokowi Bicara Keuntungan dan Ancaman Ekonomi Digital

    Artinya, kata Jokowi, laut sebagai pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut. "Dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan," ucapnya seperti dikutip dari laman resmi sekretariat kabinet.

    Jokowi mengatakan laut harus dapat menjadi pusat pembangunan ekonomi bagi anggota APEC. Salah satunya karena letak geografis APEC berada di samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

    Lebih jauh Jokowi mengatakan Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC. Hal itu termasuk dalam memerangi illegal fishing, mengatasi sampah plastik di laut, dan membangun sektor kelautan dan perikanan. "Kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi, pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” ucapnya.

    Di Indonesia, Jokowi mengatakan dalam tiga tahun terakhir dia memberikan perhatian khusus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kepulauan di Indonesia. "Termasuk 24 pelabuhan strategis," katanya.

    Adapun konsep tol laut yang ada di Indonesia bertujuan untuk membentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil. Termasuk, kata Jokowi, untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman. “Juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan, menghubungkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta menurunkan disparitas harga."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.