Pindad Gandeng Perusahaan Arab Saudi Pasok Kebutuhan PLN

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SD mengamati senjata buatan PT Pindad (Persero) yang dipamerkan dalam Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta Pusat, 12 Agustus 2016. Pameran ini menampilkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sektor kedirgantaraan, industri strategis serta telekomunikasi. ANTARA FOTO

    Sejumlah siswa SD mengamati senjata buatan PT Pindad (Persero) yang dipamerkan dalam Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta Pusat, 12 Agustus 2016. Pameran ini menampilkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sektor kedirgantaraan, industri strategis serta telekomunikasi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung -PT Pindad dan perusahaan manufaktur produk dan komponen elektrik asal Arab Saudi, Alfanar Company, meneken naskah kesepahaman untuk menyiapkan joint venture bersama. “Kami akan mulai memproduksi bersama dan memasarkannya," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose selepas penandatangan naskah kesepahaman itu di Bandung, Jumat, 10 November 2017.

    Abraham mengatakan, kerjasama itu untuk meningkatkan pendapatan Pindad dari lini bisnis industrial dengan memproduksi produk komponen elektrik baru. Di antaranya komponen elektrik low dan medium voltage switchgears yang selama ini diperoleh PLN lewat impor. “PLN mendorong kerjasama ini segera terwujud, agar pembelian-pembelian low dan medium voltage switchgear tidak lagi dari luar negeri, tapi bisa ditunjuk langsung ke industri dalam negeri,” kata dia.

    Menurut Abraham, Pindad menyiapkan dana investasi hingga Rp 68 miliar. Dana itu antara lain untuk pembangunan gedung. Alfanar Company menginginkan kerjasama itu langsung mengarah pada pembentukan joint-venture. Tapi Abram mengaku, tidak mau buru-buru.

    Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad, Bobby Sumardiat Atmosudirjo mengatakan, ada tiga produk elektrik yang disepakati menjadi produk perdananya yakni medium dan high voltage swtichgears , proteciton system, dan sub station and distrituion outomation system. “Dalam setahun kami akan mulai menjual pada PLN,” kata dia, Jumat, 10 November 2017.

    Bobby mengatakan, kebutuhan PLN untuk 3 komponen itu dalam 5 tahun ditaksir menembus Rp 6,7 triliun. Pihaknya menargetkan mampu menggarap 20 persen dari yang dibutuhkan PLN.

    Vice Chairman Alfanar Company, Sabah Mohammed Almutlaq mengatakan, perusahaan manufaktur yang bermarkas di Ryadh itu sudah membicarakan kerjasama bersama Pindad sejak tahun 2015 hingga diteken kesepahaman bersama hari ini. “Kami berharap produk bersama dan joint-venture itu bisa terwujud tahun depan. Kami sadar ini terlalu ambisius, tapi tidak mustahil,” kata dia, Jumat, 10 November 2017.

     Alfanar menjanjikan akan membantu meningkatkan kandungan lokal produk bersama Pindad itu. “Kami punya pengalaman meningkatkan konten lokal komponen elektrik ini di pabrik kami di Saudi Arabia. Butuh lebih dari 30 tahun melakukannya. Tapi kami akan mengusahakan peningkatan konten lokal di sini lebih cepat,” kata dia.

    Naskah kesepahaman atau MoU yang diteken Pindad Direktur Utama Pindad Abraham Mose dan Vice Chairman Alfanar Company Sabah Mohammed Almutlaq, disaksikan oleh Deputi Menteri BUMN bidang usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno.

    Dalam naskah kesepahaman itu, lingkup joint venture antara Pindad dan Alfanar itu menyepakati kerjasam di bidang bisnis, produksi, penelitian, pengembangan, pemasaran, layana purna jual, pemeliharaan, perbaikan, dan penyedian komponen elektrik. Kesepahaman itu juga menyepakati untuk bertahap menaikkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk bersama tersebut hingga 35 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.