Tren Penurunan Penjualan Kartu Perdana, XL Klaim Tak Terpengaruh

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT XL Axiata (XL), Jakarta, 2 Mei 2011. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Logo PT XL Axiata (XL), Jakarta, 2 Mei 2011. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren penjualan kartu perdana yang turun di wilayah Jawa Tengah tampaknya tidak mempengaruh PT XL Axiata.

    Regional Sales Manajer PT XL Axiata Jawa Tengah, Heriantoni, menuturkan meskipun di beberapa kompetitor seperti Smartfren penjualan turun hingga 20 persen, namun XL tetap stabil dan tidak terpengaruh.

    "Dalam sehari kami bisa menjual, 4.200 kartu dari mulai kabupaten Semarang, Kota Semarang, Salatiga, Kendal, sehingga jika ditotal dalam satu bulan bisa menjual 126 ribu kartu perdana baru untuk berbagai macam jenis kuota," ungkapnya, Rabu, 8 November 2017.

    Baca: Delapan Juta Pelanggan XL Axiata Sudah Registrasi Kartu Prabayar

    Toni menambahkan, dari segi bisnis XL tidak terpengaruh dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. "Kami tidak dapat berspekulasi lebih jauh mengenai penjualan kartu karena masih memproses dan membantu dalam registrasi kartu perdana," ujarnya.

    Untuk basis penjualan, masih didominasi sejumlah konter yang mencapai angka 80 persen.

    "Sisa 20 persen penjualan kartu berada di galeri XL Axiata dan beberapa gerai telepon genggam yang ada di keempat kota tersebut. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu perkembangan selanjutnya," tutur Heriantoni.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.