Batik Air Akan Berlakukan Self Check In di Terminal 1C Soetta

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Batik Air. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi Batik Air. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) dan Batik Air siap memberlakukan self check in untuk mengurai kepadatan calon penumpang di counter check in Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta.

    Layanan self check in dapat dinikmati oleh para pelanggan Batik Air mulai Jumat, 10 November 2017. Hingga kini telah tersedia 12 mesin self check in yang siap beroperasi dan terletak di sekitar pintu keberangkatan terminal 1C.

    Corporate Communications Lion Air Group, Ramaditya Handoko, mengatakan self check in dikhususkan dan diwajibkan bagi para pengguna jasa yang membawa barang bawaannya ke dalam kabin pesawat.

    “Adapun para pelanggan yang memiliki bagasi dan adanya kondisi khusus seperti bepergian dengan anak kecil, alasan kesehatan, dan sebagainya, akan tetap melakukan check in di counter check in Batik Air seperti biasanya,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu, 8 November 2017.

    Baca: Permintaan Meningkat, Batik Air Tambah Penerbangan ke Ambon

    Hal ini akan diterapkan tentunya untuk menambah kenyamanan dan memberikan efisiensi waktu bagi para pelanggan yang akan bepergian, karena dengan terurainya proses check in, baik di self check in ataupun counter check in, diyakini dapat mempersingkat waktu sehingga akan mempermudah para pengguna jasa.

    Masa jam puncak atau waktu peak hour di terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta biasanya terjadi pada pagi hari pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Diharapkan para penumpang dapat menikmati dan terbantu dengan adanya layanan self check in pada peak hour tersebut.

    Batik Air adalah salah satu maskapai penerbangan yang berada di bawah naungan Lion Air Group dan beroperasi di Bandara Soekarno Hatta melalui terminal 1C, baik untuk keberangkatan maupun kedatanganan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.