Simak Taktik Ini agar Selalu Untung Punya Kartu Kredit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kartu kredit Visa. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Ilustrasi kartu kredit Visa. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartu kredit dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya apabila digunakan secara bijak. Sebab, berbeda dengan kartu debit yang penggunaannya bergantung pada saldo tabungan, kartu kredit bisa meminjamkan konsumen uang tanpa mengurangi saldo tabungan.

    Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu dicermati agar tidak rugi ketika menggunakan kartu kredit. Institutional Sales Manager PT Schroders Investment Management Indonesia Ricky Samsico membagikan tip dan larangan saat masyarakat hendak menggunakan kartu kredit.

    Pertama, karena bersifat hutang, Ricky menyarankan agar masyarakat tidak memiliki kartu kredit yang terlalu banyak. Dengan begitu masyarakat bisa mengatur penggunaannya dengan lebih sederhana. "Jangan banyak-banyak, cukup dua keping, atau maksimal tiga," kata dia kepada Tempo, Kamis, 2 November 2017.

    Simak: Tips BTN untuk Nasabah saat Gunakan Kartu Kredit

    Dari tiga kartu kredit itu, dia menyarankan agar pengguna mengatur dan menjadwalkan penggunaan masing-masing kartu. Menurut dia, pengguna boleh meminta kepada bank agar penagihan masing-masing kartu itu disesuaikan dengan penjadwalan yang telah dibuat. "Penagihannya kalau bisa di awal, di tengah, dan di akhir bulan."

    Sebagai contoh dia mengatakan kartu pertama sebaiknya digunakan mulai awal bulan setelah tanggal penagihannya hingga masa hari penagihan kartu kedua. Selanjutnya kartu kedua digunakan setelah penagihan hingga masa penagihan kartu ketiga.

    Tip kedua, pengguna kartu kredit disarankan untuk membayar lunas tagihannya setiap masa penagihan. "Jangan berhutang di kartu kredit karena bunganya gede," ujarnya. Pengguna biasanya diberi masa 30 hari plus masa tenggat waktu dua pekan pada setiap periode penggunaan sebelum dikenai bunga. Pada masa itu lah dia menyarankan agar semua tagihan dilunasi. "Jangan ditunggak lagi karena bunganya sekitar 3,25 persen per bulan."

    Belum lagi, kata dia, apabila pembayaran diangsur, bunga tidak hanya dikenakan pada sisa hutang yang belum dibayar, tetapi juga pada pemakaian yang berlangsung. Kecuali, sejak awal telah ada perjanjian pembelian barang dengan cicilan nol persen. "Kalau itu sah saja diangsur," ujarnya.

    Masih soal membayar, Ricky menyarankan pengguna kartu kredit membayar tagihan tepat waktu. Pasalnya, keterlambatan membayar akan meyebabkan pengguna dikenai denda dan bunga keterlambatan. Besar keduanya bergantung pada masing-masing bank.

    Untuk itu, dia menyarankan pengguna meminta kepada perbankan agar pembayaran dilakukan secara autodebet saja. "Biar enggak lupa bayar dan kelewat. kalo debet kan otomatis kepotong."

    Ketiga, jangan konsumtif. Ricky menyarankan agar pilah pilih dalam penggunaan kartu kredit, serta membuat batasan sesuai dengan dana yang tersedia setiap bulannya, meskipun limit kartu kredit cukup besar. "Misal punya 30 juta limitnya, jangan main gesek aja."

    Keempat, pengguna kartu kredit tidak disarankan melakukan cash and run, alias menggunakan kartu kredit untuk mengambil duit di anjungan tunai mandiri (ATM). Alasannya, pengguna bakal dikenai bunga di depan untuk pembayarannya. "Nah itu makanya jangan," ujarnya.

    Kelima, manfaatkan poin-poin yang diperoleh dari kartu kredit. Misalnya, adanya mileage dengan maskapai penerbangan atau hadiah-hadiah bagi yang telah memenuhi poin tertentu. "Gunakan saja, mumpung dikasih," kata dia.

    Begitupula mengenai promo-promo, dia mengatakan boleh saja memanfaatkan kartu kredit, asal bukan untuk hal-hal yang konsumtif. "Jadi ambil promo yang sesuai dengan kebutuhan."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.