Jumat, 14 Desember 2018

BNI Nilai Semesta Langgar Kesepakatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk. menilai pergantian komisaris dan direksi di PT Semesta Marga Raya, pemenang konsesi jalan tol Kanci-Pejagan, tak sesuai dengan ketentuan.Menurut Direktur Korporasi BNI Achmad Baiquni, sesuai dengan ketentuan seharusnya pergantian dilakukan atas izin leader bank-bank pemberi kredit sekitar Rp 1,4 triliun itu. "Ada sesuatu yang tak sesuai dengan ketentuan," katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin.Ia menjelaskan, seluruh informasi diserahkan kepada komisi pemutus di bawah BNI. Ia berharap sudah ada keputusan pekan depan. “Masalah ini harus secepatnya tuntas.”BNI mengalirkan kredit 65 persen atau Rp Rp 897,6 miliar. Sisanya, Rp 483,3 miliar, dari BRI. Sedangkan Semesta menyediakan Rp 734 miliar atau 30 persen dari nilai proyek.Pergantian itu memicu kisruh internal. Semesta mencopot Syarifudin Alambai dan Jamalludin Herman masing-masing dari komisaris independen dan direktur teknik pada 25 Juni 2007.Persoalannya, dalam perjanjian kredit Alambai dan Jamal masuk dalam struktur pengurus yang tak boleh diubah tanpa izin dari bank. “Kami menjadi jaminan personal untuk mengucuran kredit,” ujar Alambai akhir pekan lalu.Pelanggaran perjanjian bisa membuat bank batal mengucurkan kredit ke perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki keluarga Bakrie itu. Bahkan, bank bisa mengambilalih manajemen proyek.Menurut Alambai, yang bekas Direktur Utama PT Jasa Marga, kepercayaan bank itu terkait dengan pengalamannya di bidang infrastruktur. Demikian pula Jamal, bekas pimpinan proyek jalan tol Cipularang. “Kami bergabung atas permintaan Semesta.”Keputusan pencopotan tertera dalam surat direksi Semesta kepada Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Hisnu Pawenang. Informasi perubahan susunan komisaris dan direksi diselipkan dalam surat perihal penerbitan bank garansi dari BPD Jabar kepada Semesta. Alambai dan Jamal mengaku keputusan itu tanpa sepengetahuan mereka. Esok harinya, Alambai, yang bekas Direktur Utama PT Jasa Marga, menerbitkan surat bahwa ia tak tahu soal itu. Surat ditujukan kepada Menteri Djoko, Hisnu, Direksi Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.Baiquni mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Semesta dan Alambai. Semesta beralasan pergantian untuk mempercepat proyek tol sepanjang 35 kilometer itu. "Baguslah informasi ini dikeluarkan (oleh pers), kami jadi tahu masalah sebenarnya.”Menurut Alambai, pertemuan dengan BNI dan BRI terjadi dua hari lalu. BNI dan BRI, kata dia, menyatakan tetap konsisten pada isi perjanjian kredit yang ditandatangi pada 12 Mei 2007. “Jika pergantian itu membuat bank tak aman mengalirkan uang, perjanjian kredit batal,” katanya kemarin.Direksi Semesta belum bisa dihubungi. Tapi Senin lalu Komisaris Semesta Muhammad Sahid Mahudie, yang sebelumnya direktur utama, menyatakan tak ada persoalan di perusahaannya. itu. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan telah mengingatkan Semesta bahwa pergantian direksi dan komisaris dapat menimbulkan masalah karena melanggar perjanjian kredit. "Kalau (sampai) diputus bank (perjanjian kreditnya) akan merugikan pemerintah," katanya di sela-sela pemeriksaan tol Tangerang-Merak kemarin. "Kami ingin jalan tol itu jadi." Menurut dia, Direksi Semesta sudah menemuinya kemarin pagi. "Saya ingatkan, mereka harus meyakinkan bank, bukan saya," ujarnya. Departemennya akan memutus kontrak bila perjanjian kreditdiputus oleh bank.Agoeng Wijaya | Rieka Rahadiana | Jobpie Sugiharto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.