2019, Jalan Tol Trans Jawa dari Merak-Probolinggo Tersambung

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciasem Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Desa Balingbing, Subang, Jawa Barat, 3 Mei 2015. Jalan tol itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak Banten hingga Banyuwangi Jatim. TEMPO/Nanang Sutisna

    Alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciasem Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Desa Balingbing, Subang, Jawa Barat, 3 Mei 2015. Jalan tol itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak Banten hingga Banyuwangi Jatim. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan pada 2019 jalan tol Trans-Jawa dari Merak, Banten hingga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur akan tersambung. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, menyatakan saat ini tahap prakonstruksi proyek strategis nasional tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer itu dikebut.

    Herry menyebutkan proyek tersebut direncanakan masuk tahap konstruksi pada pertengahan 2018. "Untuk konstruksi kapan mulainya sangat tergantung pembebasan tanah, kami berharap pertengahan 2018 bisa sudah dimulai konstruksinya," ujarnya, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 3 November 2017.

    Baca: Menhub Budi Karya: Tol Trans Jawa Harus Hidupkan Ekonomi Lokal 

    Herry mengatakan di tahun 2018 ruas-ruas tol di pantura tersambung sepenuhnya, termasuk ruas tol ke arah timur sampai Probolinggo. "Sampai akhir 2018 nanti, tol trans-Jawa sudah bisa tersambung tidak hanya sampai Surabaya. Tetapi sampai Probolinggo," katanya.

    Pada 2018, pemerintah menargetkan penambahan 766,3 kilometer jalan tol baru. Dengan begitu, di akhir 2018, panjang tol yang sudah beroperasi mencapai 1.321,5 kilometer.

    Pada 2019, Herry memasang target sepanjang 533,1 kilometer tol yang baru akan beroperasi. Dengan begitu, panjang jalan tol yang beroperasi hingga 2019 mencapai 1.854,6 kilometer.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.