Minggu, 23 September 2018

IoT Menopang Pengembangan Digitalisasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penopang Pengembang Digitalisai

    Penopang Pengembang Digitalisai

    INFO NASIONAL- Semua benda bakal terhubung ke Internet. Ini bukan omong kosong belaka, karena teknologi IoT (internet of things) bakal makin populer. Jam tangan, kulkas, AC, lampu, bahkan kamera pengontrol pun dapat dikendalikan dengan mudah. Menggunakan jaringan pita sempit (narrowband), IoT seolah mengubah barang mati menjadi bernyawa karena bisa berkomunikasi dengan pemilik barang.

    Pasar IoT ini terus berkembang. Indonesia menjadi pangsa pasar terbesar di ASEAN dan diprediksi mencapai Rp 444 triliun pada 2022, dengan lebih dari 400 juta perangkat sensor terpasang. Rincian dari angka ini terdiri dari konten dan aplikasi Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp 56 triliun, serta network dan gateway sebesar Rp 39,1 triliun.

    Dengan potensi sebesar itu, pemerintah sedang menyiapkan peta jalan IoT untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing nasional, menjaga kedaulatan bangsa melalui pengembangan ekosistem IoT nasional yang berkelanjutan, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Dengan potensi demikian besar, tidak hanya pemain teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat memanfaatkan potensi IoT. Operator seluler pun dapat menangguk keuntungan. Operator seluler dapat memperoleh pendapatan baru di saat pasar seluler sudah mulai jenuh. Tinggal operator cerdik menggabungkan layanan pita lebar yang dimilikinya dengan pita sempit, sehingga bisa menjadi solusi terutama bagi klien bisnis yang ingin memanfaatkan solusi menggunakan IoT.

    Seperti yang dilakukan Indosat Ooredoo, salah satu operator yang sejak awal menggarap konsumen bisnis. IoT menjadi salah satu solusi perusahaan dalam menyediakan ekosistem TIK yang handal. Untuk itu, operator seluler akan lebih baik dengan penyedia solusi lain dan disandingkan dengan konektivitas yang menjadi bisnis utama operator.

    Saat ini Indonesia memang masih dalam tahap awal pengembangan industri IoT. Meski demikian, ada pula perusahaan Indonesia yang sudah meringsek pasar hingga Tiongkok dan Eropa dengan menyediakan solusi rumah cerdas menggunakan IoT. Tidak hanya mengembangkan dari sisi desain, platform, dan aplikasi, hardware-nya pun dibuat sendiri.

    Produk global dengan citarasa lokal. Tapi, di sisi lain menggarap IoT bukan sesuatu yang mudah karena ekosistemnya yang rumit dan pasarnya lebih terfokus pada korporasi atau perusahaan. Biasanya industri banyak menggunakan solusi IoT untuk melakukan otomasi di pabrik atau lokasi pengembangan usaha. Misalnya memasang sensor yang terhubung ke Internet untuk menentukan dan memberi peringatan usia pakai mesin atau perangkat lain atau untuk keperluan lainnya.

    Pengembangan IoT juga tak berbatas di satu sektor saja. Sejumlah sektor dapat berkembang seperti pertanian, perkebunan, transportasi, pertambangan, hingga perminyakan. Pesawat terbang yang memiliki lebih dari 20 ribu komponen pun dapat dipasang sensor IoT, sehingga dapat dianalisis dari jauh untuk mengetahui kondisi komponen tersebut. Dengan sensor itu, sistem bisa memberitahu kapan akan dilakukan perawatan atau pemeliharaan.

    Alhasil, benda berkomunikasi pun bukan fiksi belaka. IoT membuktikannya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.