Peretail Diminta Antisipasi Lonjakan Penjualan Saat Singles Day

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Criteo Asia Tenggara Hong Kong dan Taiwan, Alban Villani, usai diskusi terbatas pemaparan hasil riset Criteo

    General Manager Criteo Asia Tenggara Hong Kong dan Taiwan, Alban Villani, usai diskusi terbatas pemaparan hasil riset Criteo "App Commerce Goes Big in Asia-Pasific", 1 November 2017 di Gedung Edelman, Menara Sentraya, Jakarta. TEMPO/Zul'aini Fi'id Nurrohmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi periklanan, Criteo, menyarankan agar peretail mengantisipasi lonjakan penjualan pada saat Singles Day yang jatuh pada tanggal 11 November atau disebut Double-Eleven (11/11) tiap tahunnya. “Semua retail akan mengalami peningkatan penjualan. Dalam tiga hari dari 10 – 12 November penjualan akan meningkat dari 56 persen menjadi lebih dari 183 persen," kata General Manager Criteo Wilayah Asia Tenggara, Hong Kong dan Taiwan, Alban Villani, Rabu 1 November 2017.

    Awalnya adalah raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba, yang memunculkan tren pesta belanja pada tanggal 11 November pada 2009. Belakangan pamor Singles Day terus bersinar dan nilai transaksinya melampaui ajang Cyber Monday yang merupakan perayaan belanja online pada hari Senin setelah Thanksgiving di Amerika Serikat. 

    Riset Criteo menyebutkan, kenaikan penjualan retail di Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura dan Taiwan pada Singles Day 2016 terlihat pada kunjungan situs online sebesar 59 persen. Sementara penjualan meningkat lebih dari 254 persen dibandingkan pada bulan sebelumnya. "Angka ini diprediksi akan mengalami kenaikan pada tahun ini," kata Alban.

    Baca: Kinerja Moncer, tapi Kenapa Alibaba Ganti Bos?

    Alban menjelaskan, pembelian produk akan terjadi sampai empat hari sebelum Singles Day. Hal ini mengakibatkan memuncaknya penjualan utama di musim ini, yang berdampak pada sebagian besar kategori retail, dan merupakan peluang besar bagi para pembeli dan pengecer.

    Adapun kategori produk yang akan melonjak penjualannya pada 11 November nanti diperkirakan adalah fashion dengan peningkatan sebesar 183 persen. Setelah itu produk elektronik akan naik penjualannya 151 persen, ponsel dan tablet naik 87 persen, home dan living naik 59 persen dan kesehatan dan kecantikan naik 56 persen.

    Lebih jauh, kata Alban, peretail harus mempersiapkan diri dengan lonjakan pembelian yang akan berlangsung dari pukul 10 pagi hingga tengah malam, dengan jeda pada waktu makan malam. Riset tersebut juga menekankan bahwa transaksi melalui aplikasi mobile akan mendominasi sebesar lebih dari 73 persen pada 11/11.

    Alban juga menyarankan untuk para pengiklan sebaiknya menaruh perhatian pada transaksi melalui aplikasi mobile. Sebab, pertumbuhan pembelian saat Singles Day melalui aplikasi mobile selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

    Selama beberapa tahun terakhir, Singles Day telah menjadi kesempatan besar pagi para pembeli dan peretail. Tak jarang banyak pihak yang berusaha mendulang keuntungan dari event pada tanggal 11 November tersebut. 

    ZUL’AINI FI’ID N | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.