Semen Mortar Bangun Pabrik Berkapasitas 180 Ribu Ton di Medan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semen. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi semen. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Medan - PT Cipta Mortar Utama, produsen semen instan, mengembangkan sayap bisnisnya ke Pulau Sumatera. Pesatnya pembangunan infrastruktur dan perumahan di Sumatera menjadi incaran perusahaan semen asal Prancis ini.

    Pabrik semen Mortar dengan kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun dibangun di Kawasan Industri Medan III dengan nilai investasi 8 juta euro atau sekitar Rp 125,6 miliar.

    Peresmian pabrik semen instan Mortar dilakukan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi bersama General Delegate Chairman Saint-Gobain Asia-Pacific Javier Gimeno. Javier mengatakan PT Mortar Utama mengembangkan sayap bisnisnya ke Medan dengan pertimbangan bisnis yang cermat.

    Saat ini, ucap Javier, 20 persen pengguna semen di Indonesia ada di Kota Medan. Kelebihan semen Mortar, yang bernaung di bawah bendera Saint-Gobain Prancis, adalah lebih mengutamakan mutu serta kenyamanan dan keamanan si pengguna yang lebih ramah lingkungan dibanding semen konvensional.

    Pabrik Mortar di Medan, ujar Javier, merupakan yang ketiga di Indonesia setelah pabrik Cibitung dengan kapasitas 360 ribu ton per tahun dan pabrik Gresik berkapasitas 200 ribu ton per tahun.

    Baca: Mortar, Produk Efisien yang Belum Mampu Tumbuh Signifikan 

    Meski harganya lebih mahal dibanding semen konvensional dengan selisih harga antara 20 dan 25 persen, semen Mortar, tutur Javier, lebih efisien dan ramah lingkungan. "Penggunaannya tidak lagi menggunakan pasir, sehingga menghemat waktu dan tenaga kerja," tutur Javier.

    Staf Khusus Menteri Perindustrian Happy Bone Zulkarnaen mewakili Menteri Airlangga Hartarto memuji semen Mortar yang menggunakan bahan baku lokal dan teknologi baru dalam produksinya. "Kami mengapresiasi semen Mortar sangat ramah lingkungan dan mendukung industri sehat," kata Happy Bone.

    Semen Mortar, ucap Happy, memiliki pangsa pasar yang besar dan tidak akan tersaingi oleh semen konvensional. Kelebihan Mortar yang justru menggunakan bahan baku semen, kapur, pasir, dan konsentrat akan menjadi pilihan bagi proyek infrastruktur yang sedang giat-giatnya dilakukan pemerintah.

    Adapun Gubernur Tengku Erry Nuradi berujar, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di atas rata-rata nasional, sehingga daerah itu menjadi pilihan investor. "Pilihan PT Cipta Mortar Utama membangun pabrik semennya di Medan sangat tepat," tutur Erry Nuradi.

    PT Cipta Mortar Utama berdiri 1996. Namun, pada 2011, Mortar Utama diakuisisi perusahaan Saint-Gobain asal Prancis. Saint-Gobain merupakan perusahaan yang sudah berdiri sejak 1665.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.