Ketua MPR: Pesan Agama Bisa Disampaikan Lewat Budaya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menghadiri Milad ke- 5 Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman Yogyakarta, Minggu, 29 Oktober 2017.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menghadiri Milad ke- 5 Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman Yogyakarta, Minggu, 29 Oktober 2017.

    INFO MPR- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menghadiri Milad ke-5 Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Minggu, 29 Oktober 2017. Kehadiran Zulkifli disambut pimpinan Pondok Pesantern Ora Aji Gus Miftah dan iring- iringan tarian tradisional Yogyakarta.

    Pondok Pesantren Ora Aji Sleman selama ini dikenal sebagai pesantren yang menggabungkan pendekatan agama dan kebudayaan. Pendekatan budaya dilakukan melalui wayangan, pertunjukan musik sampai Reog Ponorogo.

    Dalam sambutannya, Zulkifli menyebut kebudayaan sebagai bagian dari cara, pola dan perilaku sehari hari. Karena itu pesan Agama bisa disampaikan lewat budaya.

    “Syiar agama itu mengajak dan bukan memaksa. Merangkul dan bukan memukul. Melalui kebudayaan, pesan-pesan agama bisa lebih mudah dipahami masyarakat,” kata Zulkifli.

    Ketua MPR meminta Pondok Pesantren Ora Aji untuk terus memperbaharui pendekatan dakwah Islamnya agar mudah diterima masyarakat.

    “Walisongo misalnya, sudah mencontohkan akulturasi agar Islam lebih mudah diterima masyarakat. Sekarang waktunya syiar agama bisa lebih mudah diterima generasi muda zaman now itu,” ujarnya.

    Gus Miftah menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR Zulkifli Hasan.

    “Terima kasih atas kehadiran Bang Zul di rangkaian milad Ora Aji. Mohon doa semoga Ora Aji bisa terus berbenah untuk menyebarkan manfaat,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.