Hidayat: Indonesia Dibangun Atas Dasar Negara Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu, 29 Oktober 2017. (dok MPR)

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu, 29 Oktober 2017. (dok MPR)

    INFO MPR-  Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu, 29 Oktober 2017.

    Acara tersebut dihadiri juga oleh anggota MPR dari Fraksi PKS Hadi Mulyadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Marli dan Ketua JSIT Kutai Kartanegara Safaruddin Pabonglean. Sosialisasi Empat Pilar ini juga dihadiri sekitar 600 peserta yang terdiri dari para pelajar, pendidik dan tokoh masyarakat setempat.

    Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan MPR tidak mungkin sendirian dalam melakukan sosialisasi ini, sebab jumlah anggota MPR terbatas. Selain itu juga disibukkan oleh aktivitasnya di DPR dan DPD. “Di kedua lembaga itu sangat luar biasa kesibukannya padahal yang perlu disosialisasikan adalah hal-hal yang mendasar sesuai amanat UU No.17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) yang memerintahkan Pimpinan MPR mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Hidayat.

    Ketika menjadi pimpinan MPR dalam Periode 2004-2009 dan 2014-2019, Hidayat melanjutkan, dirinya selalu menyampaikan pentingnya sosialisasi Pancasila kepada pemerintah. “Saya bersyukur dalam masa Presiden SBY dan Joko Widodo, disambut dengan baik dengan dibentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPIP). Saya berharap respon baik pemerintah itu bisa semakin mengokohkan Pancasila dan bisa hadir dalam kehidupan,” ujarnya.

    Hidayat juga mengatakan, bahwa pemahaman tentang konsep kebangsaan merupakan hal yang fundamental untuk diketahui setiap anak bangsa. "Kesadaran dan pemahaman kebangsaan penting ditanamkan kepada warga negara," ucap Hidayat.

    Sementara itu dalam sambutannya, Ketua JSIT Kutai Kartanegara Safaruddin Pabonglean mengatakan, tujuan digelarnya acara ini adalah ingin mendengarkan secara langsung dari MPR tentang dasar negara yang bisa dibumikan untuk anak-anak di sekolah.

    “Dasar negara seperti Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Selain itu juga untuk mendorong anak-anak didik di JSIT agar memiliki wawasan kebangsaan dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan nyata,” kata Safarudin.

    JSIT, lanjut Safarudin, tengah merancang skema penanaman nilai kebangsaan bagi anak-anak didik yang tidak sekadar dihapal namun bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Anak-anak harus memahami nilai-nilai kebangsaan, karena mereka harus tahu kemerdekaan negara ini diraih oleh darah-darah para syuhada," ujar Safarudin.

    Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Marli yang mewakili Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara dalam sambutan tertulisnya mengatakan, sosialisasi Empat Pilar MPR mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas keberagaman di Kutai Kartanegara yang sedang membenahi diri.

    “Saya ucapkan terimaksih pada MPR yang melaksanakan sosialisasi ini agar dapat mencerdaskan, juga berkontribusi membentuk pribadi generasi muda Kutai Kartanegara yang berkarakter, tanggung jawab, dan penuh dengan nilai-nilai keberagaman,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.