3 Tahun Jokowi-JK, Lima Lapangan Migas Selesai Dibangun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu instalasi pengolahan gas dan kondensat dari lapangan migas South Mahakam yang dioperasikan Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Salah satu instalasi pengolahan gas dan kondensat dari lapangan migas South Mahakam yang dioperasikan Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan ada lima proyek SKK Migas yang selesai dibangun selama 3 tahun Jokowi-JK. Beberapa proyek tersebut yakni lapangan migas Banyu Urip (Jawa Timur), Bangka, Jangkrik (Kalimantan Timur) , Donggi Matindok Senoro (Sulawesi Tengah) dan Madura BD (Jawa Timur).

    Amien mengatakan, Banyu Urip on stream full capacity untuk train A, 12 Desember 2015 sedangkan train B, 18 Januari 2016. Investasi Capex Banyu Urip adalah US$ 3,38 miliar.

    Untuk Banyu Urip Kapasitas produksi yang direncanakan adalah 185 ribu barrel minyak per hari. Sedangkan produksi yang bisa direalisasikan 200 ribu barrel minyak per hari.

    "Proyek ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal Bojonegoro di mana tumbuh 19,47 persen," kata Amien di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat 27 Oktober 2017.

    Lapangan Bangka adalah bagian dari proyek Indonesian Deep Water Development atau IDD dan sudah on stream Agustus 2016. Produksinya 100 MMSCFD dan 4 ribu barel per kondensat per hari.

    Selanjutnya adalah lapangan Donggi, Matindok dan Senoro. Untuk Senoro sudah on stream September 2014 sedangkan Donggi dan Matindok on stream April 2017. Untuk Donggi dan Matindok kapasitasnya 105 MMSCFD dan masih memproduksi sekitar 90 MMSCRD.

    Untuk lapangan Jangkrik bernilai investasi US$ 3,77 miliar dan on stream Mei 2017. Kapasitas produksi awalnya adalah 450 MMSCFD. Produksinya akan mencapai 600 MMSCFD. Ditambah 3200 barrel kondensat per hari. "Lapangan jangkrik ini gasnya disalurkan menuju kilang Bontang," kata Amien.

    Sedangkan yang kelima selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK adalah lapangan Madura BD. Lapangan Madura BD on stream Juni 2017. Kapasitas produksi 100 MMSCFD. Produksi sekarang baru pada tingkat 46 MMSCFD, ditambah 3000 barrel kondensat perhari.

    Amien mengatakan, produksi lapangan Madura BD masih minim karena pipa yang baru terbangun baru satu yakni milik Perusahaan Gas Negara. "Kalau pipa yang kedua terbangun maka seluruh produksi 100 MMSRD akan bisa diproduksikan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.