Minggu, 21 Oktober 2018

Jasa Marga Tawarkan Alih Profesi Karyawan yang Terdampak E-Toll

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggunaan E-Toll Jasa Marga Baru 40 Persen

    Penggunaan E-Toll Jasa Marga Baru 40 Persen

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Jasa Marga Tbk Kurshartanto Koeswiranto mengatakan akan dilakukan proses program alih profesi karyawan yang terkena dampak dari penerapan sistem pembayaran nontunai di jalan tol atau e-toll. “Program tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada karyawan mengembangkan dan menambah pengalaman baru sesuai dengan minat karyawan tersebut,” ujar Kurshartanto di Graha CIMB Niaga, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Kushartanto mengatakan akan ada dua pilihan alih profesi yang ditawarkan PT Jasa Marga kepada karyawan. Pertama, pengalihan profesi ke anak perusahaan. Karyawan yang tadinya bertugas sebagai penjaga tiket, melalui program ini, akan dipindahkan ke posisi lain atau ke anak perusahaan PT Jasa Marga.

    Saat ini PT Jasa Marga sedang mengembangkan anak perusahaan, di antaranya Jasa Marga Toll Operations, Jasa Marga Maintenance Service, Jasa Marga Properti, dan Jasa Marga Rest Area. Profesi yang akan ditawarkan antara lain inspektur pemeliharaan jalan dan operator di control room. Pilihan kedua adalah pengalihan profesi menjadi wirausaha. Kurshartanto mengatakan karyawan juga akan diberikan peluang berwirausaha di rest area jalan tol.

    Pemilihan profesi ini, kata Kushartanto, akan dilakukan dengan sistem online. Ada 900 posisi yang dapat dipilih. Setelah memilih profesi baru, karyawan tersebut akan mendapatkan pelatihan dari PT Jasa Marga. Per 12 Oktober 2017, pendaftar untuk profesi baru mencapai 586 orang. “Untuk profesi baru, nanti akan ada pelatihan. Yang terpenting ada niat dulu untuk maju,” ujarnya.

    Pengamat ekonomi, Reynald Kasali, mengatakan penerapan sistem pembayaran nontunai di Jasa Marga ini dapat memberikan peluang kepada para karyawan penjaga tol mendapat pekerjaan yang lebih baik. “Dikelilingi mobil dan truk yang melaju kencang setiap hari, pekerjaan penjaga tol itu risiko dan bahayanya besar. Padahal penjaga di pintu tol itu banyak yang sarjana dan mereka berhak mendapatkan pekerjaan yang bagus. Dengan adanya teknologi, ini akan tergantikan.”

    RIANI SANUSI PUTRI | DEWI RINA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.