Jual BBM RON 89, Ini Alasan Vivo

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU VIVO di kawasan Cilangkap, Jakarta, 24 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie mengatakan perusahaannya akhirnya menjual BBM RON 89 lantaran tidak mau terlibat polemik RON 88 yang hangat jadi perbincangan beberapa waktu terakhir.

    "Kita sebenarnya enggak ingin terlibat polemik 88, terkait belum adanya penunjukan penyaluran RON 88. Oleh karena itu, alhamdulillah atas persetujuan pemerintah kami membuat produk baru, Revvo 89," ujarnya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Vivo Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 26 Oktober 2017. Dia mengatakan blending untuk produk barunya itu dilakukan di fasilitas storage-nya di Priok, Jakarta Utara.

    Produk bahan bakar beroktan 89 tersebut bakal dijual dengan harga Rp 6.100 per liter. Harga itu berada di bawah Premium, yang beroktan 88 dan dijual dengan harga Rp 6.450 per liter untuk wilayah Jakarta, Madura, dan Bali, atau Rp 6.550 per liter untuk wilayah di luar Jamali.

    Ihwal Vivo yang akhirnya menjual produk beroktan 89, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemerintah memang tidak memperbolehkannya menjual BBM RON 88. "Enggak boleh, alasannya ada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014."

    Baca: Alasan Resmikan SPBU Vivo, Menteri Jonan: Karena Harganya Miring 

    Jonan meresmikan SPBU Vivo, hari ini, 26 Oktober, di Cilangkap, Jakarta Timur. Harga produk yang murah menjadi salah satu alasan kedatangannya dalam peresmian itu.

    Menurut dia, dengan begitu masyarakat memiliki pilihan tambahan dalam mengisi bahan bakar. "Nah ini kan RON-nya lebih tinggi dan harganya lebih bersaing, jadi sesuai arahan Presiden, supaya masyarakat ada pilihan banyak sehingga bisa terjangkau."

    Dia juga mengatakan membuka pintu kesempatan kepada pihak swasta atau yang non-BUMN untuk menyalurkan BBM. Namun dia mewanti-wanti agar tetap mengikuti aturan.

    Seiring dengan peresmian itu, SPBU yang terletak di Jalan Raya Cilangkap, RT 007 RW 003, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, itu langsung melakukan tes operasi dengan melayani sejumlah mobil angkutan kota.

    Berdasarkan pantauan Tempo, SPBU perusahaan dengan logo berwarna biru ini sudah melengkapi fasilitasnya, dari papan nama sampai pompa dispenser. Adapun dispenser yang disiapkan berjumlah tiga buah.

    Pom bensin itu bakal menjajakan tiga jenis BBM, yakni Revvo 92, Revvo 90, dan Revvo 89, serta direncanakan beroperasi efektif pada November 2017.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.