LRT Sumatera Selatan Selesai Juni 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua alat berat yang mengangkut girder (steel box) pembangunan Light Rail Transit (LRT) terjatuh menimpa rumah di zona 5 pembangunan LRT Palembang, Sumatera Selatan, 1 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Dua alat berat yang mengangkut girder (steel box) pembangunan Light Rail Transit (LRT) terjatuh menimpa rumah di zona 5 pembangunan LRT Palembang, Sumatera Selatan, 1 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus bergiat menyelesaikan pembangunan light rail transit(LRT) Sumatera Selatan. PPK Pembangunan Prasarana LRT Sumatera Selatan Suranto mengatakan LRT rampung pada Juni 2018.

    "Akhir Oktober ini, progres fisik pembangunan LRT Sumsel ini telah mencapai sekitar 68%. Kami bekerja 3 (shift) dengan tidak mengenal libur agar LRT Sumsel ini dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yaitu Juni 2018,” kata Suranto dalam siaran tertulis Humas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Pekerjaan pembangunan LRT Sumsel telah dimulai sejak tahun 2015, dibiayai dengan APBN yang meliputi pekerjaan konstruksi dan pekerjaan supervisi. Pekerjaan LRT Sumsel dibagi atas lima zona pekerjaan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan.

    Baca: Luhut: Kepastian Dana LRT Jabodebek Selesai Akhir Desember

    Dengan panjang jalur kereta api kurang lebih 23 Km, menggunakan lebar jalur rel 1067 mm dan third rail electricity 750 VDC, LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin menuju kawasan sport city Jakabaring, yang akan digunakan sebagai venue untuk perhelatan Asian Games tahun 2018, hingga Depo LRT yang berada di Ogan Permai Indah. Selain itu LRT Sumsel ini dilengkapi dengan 13 stasiun, satu depo dan sembilan gardu listrik.

    Pembangunan LRT Sumsel ini, Pemerintah menggunakan teknologi slab track pada saat pemasangan jalur rel LRT Sumsel. Penggunaan teknologi slab track ini merupakan yang pertama kalinya digunakan untuk pembangunan Jalur KA di Indonesia.

    ”Pemilihan metode slab track ini untuk efisiensi perawatan setelah LRT nanti beroperasi”, ujar Suranto.

    Dari lima zona pembangunan LRT Sumsel, empat zona sudah dan sedang dipasang rel, sedangkan zona II masih dalam proses. Bagian untuk melintasi Sungai Musi yang membelah kota Palembang, Pemerintah juga membangun Jembatan LRT Sungai Musi sepanjang kurang lebih 445 M. Posisi Jembatan LRT yang berdampingan dengan Jembatan Ampera membuat penumpang yang nantinya naik LRT dapat menikmati pemandangan Sungai Musi.

    Pembangunan LRT Sumatera Selatan merupakan amanah dari Perpres Nomor 116 Tahun 2015 yang telah diubah dengan Perpres 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, yang menugaskan PT.Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai pelaksana Pembangunan Prasarana Kereta Api Ringan/LRT di Sumatera Selatan.

    LRT Sumsel nantinya dapat dioperasikan untuk 14 train set yang masing-masing terdiri dari tiga kereta dengan masing-masing kapasitas kereta adalah 180-250 penumpang. Pengadaan sarana LRT ditugaskan kepada PT KAI (Persero). Dengan terbangunnya prasarana LRT Sumsel tersebut, pemerintah berharap LRT Sumsel dapat segera dioperasikan untuk mendukung pelaksanaan Event Internasional Asian Games Tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Palembang.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.