Lotus Bangkrut, Aprindo: Tidak Bisa Survive karena Kondisi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskon yang ada di Lotus mulai dari 20 persen hingga 80 persen.

    Diskon yang ada di Lotus mulai dari 20 persen hingga 80 persen.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahanta mengatakan rencana PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup tiga gerai Lotus Department Store di Thamrin, Bekasi dan Cibubur, imbas dari persaingan usaha yang tidak bisa diimbangi saat ini. Musababnya, industri penjualan online atau e commerce berkembang cukup pesat.

    "Karena sudah tidak bisa survive lagi. Karena kondisi saja (tren penjualan berubah ke digital)," kata Tutum kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.

    Simak: Lotus Department Store Dikabarkan Tutup, Toko Diserbu Pembeli

    Ia menuturkan industri ritel tahun depan akan tetap mengalami kontraksi. Untuk itu, Tutum menyarankan industri ritel juga harus ikut dengan perubahan yang terjadi.

    "Solusi (agar industri ritel bisa bertahan) ikuti perubahan konsumen," ucapnya.

    Selain itu, pemerintah harus segera membuat regulasi atau aturan main bisnis e-commerce yang sedang berkembang saat ini. Menurutnya, pemerintah harus membuat aturan yang adil untuk bisnis penjualan yang offline maupun yang online.

    Dengan perlakuan yang sama, kata Tutum, kedua industri tersebut akan mampu bersaing. "Harusnya ada perlakuan yang sama dari mulai perpajakan, SNI, BPOM, ijin edar dan lainnya."

    Lebih lanjut ia mengatakan dalam persaingan usaha memang pasti ada yang berhasil, bahkan bangkrut seperti Lotus. Hal itu, kata dia, sudah biasa dalam melakukan bisnis. Yang diharapkan asal ada perlakuan adil untuk semua," ujarnya. "Kalau tidak, nanti yang patuh akan mengikuti yang tidak patuh."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.