Kemenperin: Indonesia Belum Siap Masuki Era Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan test drive electric vehicle produksi Mitsubishi Motors di Okazaki, Prefektur Aichi, Jepang pada Kamis, 19 Oktober 2017. BISNIS

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan test drive electric vehicle produksi Mitsubishi Motors di Okazaki, Prefektur Aichi, Jepang pada Kamis, 19 Oktober 2017. BISNIS

    TEMPO,CO. Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan Indonesia belum siap memasuki era kendaraan listrik. Menurut dia, selain teknologi yang belum siap, sifat masyarakat Indonesia yang kerap tidak hati-hati dikhawatirkan membahayakan pengguna kendaraan tersebut.

    "Berbeda sama mobil berbahan bakar bensin. Mobil listrik mesinnya menyimpan energi. Salah perawatan dan ceroboh sedikit, bisa meledak," ujarnya seusai jumpa wartawan di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin, 23 Oktober 2017.

    Simak: Kesuksesan Mobil Listrik Ditentukan Ini

    Lebih lanjut, ia menjelaskan, banyak tahapan yang diperlukan untuk memastikan mobil listrik aman dikendarai. Sedangkan saat ini industri kendaraan berbasis elektrik tersebut belum matang.

    Uji coba yang harus dilewati kendaraan listrik sebelum layak produksi di antaranya daya tahan baterai agar tidak terbakar saat tabrakan, pengemudi tidak tersetrum saat kendaraan terendam banjir, dan keamanan penumpang.

    Ia mencontohkan, insiden yang kerap terjadi pada mobil listrik ialah pengendara yang tersetrum saat kendaraan terendam banjir.

    "Di luar negeri masih banyak kasus mobil listrik terbakar karena tabrakan serta pengemudi kesetrum karena kendaraan kena banjir. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki," ucapnya.

    Selain karena faktor keselamatan, Gusti menjelaskan, hingga saat ini Indonesia bukan negara penghasil baterai untuk kendaraan listrik karena ketiadaan bahan baku. Karena itu, jika industri ini berkembang, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi industri kendaraan listrik dunia.

    "Ditambah sikap masyarakat Indonesia yang ceroboh, saya agak ngeri-ngeri sedap kalau mobil listrik masuk ke Indonesia," katanya.

    Sebelumnya, pada 4 Oktober lalu, General Motor (GM) berencana meluncurkan 20 mobil listrik pada 2023 sebagai program jangka panjang guna menggenjot produksi mobil listrik sepenuhnya sesuai dengan arahan pemerintah secara global dalam menerapkan kendaraan ramah lingkungan.

    Pembuat mobil terbesar asal Amerika Serikat itu akan memperkenalkan dua model kendaraan listrik pertama dalam 18 bulan. Model kendaraan itu dibangun dari pengembangan Chevrolet Bolt, yang pernah diluncurkan pada Desember 2016.

    M. JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara