Menteri Nasir: Publikasi Internasional Indonesia Sangat Tinggi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi M. Nasir mengatakan telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi dan hak kekayaan intelektual (HKI) sejak 2014.

    Ia mengklaim jumlah HKI pada 2017 mencapai 4.018, sedangkan untuk publikasi internasional mencapai 12.077.

    "Pertumbuhan Indonesia dalam publikasi internasional tertinggi di dunia. Sangat tinggi," ujarnya saat jumpa wartawan dalam Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 23 Oktober 2017.

    Simak: Menteri Nasir Targetkan 15 Ribu Publikasi Ilmiah

    Sebelumnya, jumlah HKI pada 2015 hanya 1.877. Sedangkan publikasi internasional hanya 4.200 pada 2014 dan 8.098 di 2015. "Tahun 2016 juga meningkatnya sangat tinggi," katanya.

    Peningkatan publikasi internasional dan HKI itu sejalan dengan meningkatnya kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Nasir mengklaim, pada 2017, perguruan tinggi swasta yang terakreditasi A sudah 20. Jika ditambah dengan perguruan tinggi negeri, jumlahnya menjadi 56.

    Selain M Nasir, hadir pula delapan menteri lain di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Agenda utama rapat tersebut adalah laporan kinerja masing-masing kementerian selama tiga tahun.

    M. JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.