INDEF: Kinerja Utang Luar Negeri Kurang Produktif Dorong Ekspor

INDEF menggelar evaluasi terhadap kebijakan pangan di masa pemerintahan Jokowi-JK, 10 Juli 2017. TEMPO/Putri Thaliah

TEMPO,CO. Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan kinerja Utang Luar Negeri (ULN) kurang produktif dalam mendorong ekspor.

Bhima mengatakan, rasio utang terhadap ekspor menunjukkan penurunan selama tiga tahun terakhir. Padahal ia mengatakan sejak awal 2017 harga produk ekspor cenderung naik.

"Per 2014 rasionya 139,4 persen. Sekarang di triwulan dua 2017 melebar jadi 174,2 persen," kata Bhima kepada Tempo, Kamis 19 Oktober 2017.

Simak: INDEF: RAPBN 2018 Tiket Presiden Jokowi di 2019

Menurut Bhima, tren kenaikan rasio ULN per Agustus 2017 cukup mengkhawatirkan. BI menyatakan rasio ULN Indonesia terhadap PDB di akhir Agustus 2017 di kisaran 34 persen. Bhima mengatakan, terjadi kenaikan rasio ULN dari tahun ke tahun.

"Di 2012 masih 27,4 persen," kata dia.

Bhima mengatakan, pertumbuhan utang yang harus dicermati adalah sektor publik. Menurut data Bank Indonesia (BI) posisi ULN sektor publik pada Agustus 2017 tumbuh 9,5 persen dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini mencapai angka 174,9 miliar dollar AS. 

"Angkanya terus mengalami peningkatan terutama berkaitan dengan pendanaan infrastruktur dan menutup defisit anggaran," kata Bhima.

Sementara itu Bhima mengatakan, utang sektor swasta per Agustus 2017 masih bisa terkontraksi. Hal ini meskipun terjadi kenaikan 0,1 persen dari bulan sebelumnya.

Menurut Bhima, situasi ini menandakan swasta masih belum menunda ekspansi di sepanjang 2017. Anggapan tersebut bisa dicocokan dengan pertumbuhan industri pengolahan yang tumbuh dibawah empat persen pada triwulan ke dua 2017.

Bhima memprediksi ULN sektor swasta diprediksi menurun di sisa waktu 2017. Penyebabnya adalah rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar. Sedangkan swasta belum mengambil resiko di tengah permintaan domestik yang masih konsolidasi.

"Kalau swasta yang naik, artinya ekonomi bergeliat. Tetapi kalau sektor publik yang naik, bisa jadi defisitnya yang naik," ujarnya. 

Menurut Bhima, potensi kenaikan fed rate menjadi faktor pertimbangan swasta dalam menambah utang. Selain itu tekanan dari likuiditas global juga memberikan pengaruh.

"Bunga obligasi global trennya naik," kata peneliti Indef ini.

ALFAN HILMI






Jokowi Targetkan Jakarta Outer Ring Road 2 Rampung Akhir 2023

10 hari lalu

Jokowi Targetkan Jakarta Outer Ring Road 2 Rampung Akhir 2023

Jokowi menargetkan pembangunan Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR 2 rampung 100 persen di akhir tahun 2023.


Survei Indef: Formula E Beri Efek Berlipat pada Ekonomi Jakarta

24 Juni 2022

Survei Indef: Formula E Beri Efek Berlipat pada Ekonomi Jakarta

Indef menyebutkan kontribusi ajang balap mobil listrik Formula E bagi ekonomi Jakarta mencapai Rp2,63 triliun atau mendongkrak 0,08 persen PDRB riil.


Indef Tidak Audit Keuangan Formula E, Hanya Melihat Implikasi Ekonomi

20 Juni 2022

Indef Tidak Audit Keuangan Formula E, Hanya Melihat Implikasi Ekonomi

Indef disebut menjadi pengaudit gelaran Formula E Jakarta. Tapi, Indef menyatakan bukan audit, hanya melihat implikasi ekonominya.


Pemerintah Monitor Ekspor Impor Menyusul Kenaikan Suku Bunga Acuan AS

17 Juni 2022

Pemerintah Monitor Ekspor Impor Menyusul Kenaikan Suku Bunga Acuan AS

Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,75 persen dapat mempengaruhi kinerja perdagangan, khususnya ekspor impor.


Indef: Subsidi Energi Banyak Dinikmati Masyarakat Kalangan Atas

25 Mei 2022

Indef: Subsidi Energi Banyak Dinikmati Masyarakat Kalangan Atas

Indef mencontohkan penyaluran subsidi energi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang mayoritas dinikmati oleh industri dan perkebunan besar.


Indef Ingatkan Pemerintah untuk Kontrol Penambahan Anggaran Subsidi Energi

25 Mei 2022

Indef Ingatkan Pemerintah untuk Kontrol Penambahan Anggaran Subsidi Energi

Indef mengingatkan pemerintah untuk segera membuat strategi agar anggaran subsidi dan kompensasi energi tidak terus melonjak.


Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Kemenkeu: Jadi Bantalan Ekonomi

18 Mei 2022

Surplus Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Kemenkeu: Jadi Bantalan Ekonomi

Surplus neraca perdagangan yang tinggi akan berdampak terhadap PDB Indonesia pada kuartal II 2022. PDB diperkirakan semakin positif.


Edukasi tentang Karantina Ikan di Neptune TV

23 April 2022

Edukasi tentang Karantina Ikan di Neptune TV

Edukasi hasil kerja sama KKP dan PT Angkasa Pura II. Bertujuan agar masyarakat paham tentang syarat dan proses ekspor-impor.


Soroti Kecilnya Pembiayaan Ekspor UMKM, Ekonom Sarankan Ini

19 April 2022

Soroti Kecilnya Pembiayaan Ekspor UMKM, Ekonom Sarankan Ini

Yusuf Rendy Manilet menyarankan pemerintah meningkatkan proporsi pembiayaan ekspor UMKM agar mampu menembus pasar global.


Ekspor Indonesia Ke Mesir 2021 Capai USD 1,653 Miliar, Naik 56,68 Persen

28 Maret 2022

Ekspor Indonesia Ke Mesir 2021 Capai USD 1,653 Miliar, Naik 56,68 Persen

Ekspor Indonesia ke Mesir pada 2021 mencapai US$ 1,653 miliar (setara Rp 23,70 triliun) atau naik 56.68 persen dibanding 2020, US$ 1,055 miliar